Pengetahuan Lokal Etnis Minangkabau Terhadap Kincuang (Etlingera spp., Zingiberaceae) Berbasis Etnobotani

Hanafi, Shavira Perdani Safitria (2026) Pengetahuan Lokal Etnis Minangkabau Terhadap Kincuang (Etlingera spp., Zingiberaceae) Berbasis Etnobotani. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover dan abstrak)
01. Cover dan abstrak.pdf - Published Version

Download (108kB)
[img] Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (179kB)
[img] Text (03. BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version

Download (143kB)
[img] Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (239kB)
[img] Text (05. SkripsiFullText_Shavira Perdani Safitria Hanafi)
05. SkripsiFullText_Shavira Perdani Safitria Hanafi.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Kincuang atau Sambuang merupakan sebutan lokal untuk tumbuhan genus Etlingera oleh etnis Minangkabau. Selama ini, Kincuang jenis E. elatior merupakan jenis Kincuang yang paling umum digunakan, namun, terdapat juga jenis-jenis Kincuang lainnya yang dimanfaatkan oleh masyarakat Minangkabau. Maka oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menelusuri serta mengetahui perspektif dan pemanfaatan jenis-jenis Kincuang oleh masyarakat Minangkabau. Penelitian ini menggunakan metode survei dan purposive sampling yang melibatkan 43 responden yang berasal dari empat lokasi yaitu, Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Sijunjung, dan Kabupaten Lima Puluh Kota. Data yang diperoleh dari wawancara ini kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Minangkabau memanfaatkan dua jenis Kincuang yaitu E. elatior dan E. loerzingii yang dimanfaatkan sebagai makanan, obat tradisional, dan tradisi. Kedua jenis tersebut dikenal dengan berbagai nama lokal seperti Kincuang Nasi, Kincuang Udang, dan Kincuang Sutunggang, Sambuang Putiah, dan Sambuang Merah, dan Sambuang Rimbo. Kemudian, hasil analisis Use Value (UV) Kincuang jenis E. elatior dan E. loerzingii diperoleh nilai 0,16 dan 0,12. Sementara itu, berdasarkan analisis Cultural Food Significance Index (CFSI), nilai CFSI pada kedua jenis Kincuang tersebut tergolong sangat tinggi, yaitu 792,38 untuk Kincuang jenis E. elatior dan 109,40 untuk Kincuang jenis E. loerzingii. Tingginya nilai CFSI pada kedua jenis Kincuang tersebut menandakan bahwasanya Kincuang berperan penting dalam budaya kulineran masyarakat Minangkabau serta memiliki potensi sebagai tanaman pangan fungsional, terutama jenis E. loerzingii yang merupakan jenis Kincuang endemik di Sumatera. Dengan demikian, diperlukan kajian lanjutan dan upaya konservasi terhadap jenis-jenis Kincuang agar tidak punah tergerus zaman.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Nurainas ; Prof. Dr.Syamsuardi
Uncontrolled Keywords: E. elatior; E. loerzingii; Kincuang; Minangkabau; Pengetahuan lokal; Sambuang
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Q Science > QK Botany
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > S1 Biologi
Depositing User: S1 Biologi Biologi
Date Deposited: 27 Jan 2026 07:12
Last Modified: 27 Jan 2026 07:12
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/518606

Actions (login required)

View Item View Item