Pengaruh Lama Pencahayaan Dan Level Protein Ransum Terhadap Umur Saat Sexual Maturity, Bobot Puyuh Saat Sexual Maturity, Bobot Telur Pertama Dan Umur Mencapai 30% Quail Day Production Puyuh (coturnix coturnix japonica)

FADILLAH, FANNY (2026) Pengaruh Lama Pencahayaan Dan Level Protein Ransum Terhadap Umur Saat Sexual Maturity, Bobot Puyuh Saat Sexual Maturity, Bobot Telur Pertama Dan Umur Mencapai 30% Quail Day Production Puyuh (coturnix coturnix japonica). S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Cover Abstrak fix banget.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (216kB) | Request a copy
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (193kB) | Request a copy
[img] Text (Bab Akhir)
BAB Akhir.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (30kB) | Request a copy
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAPUS.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (122kB) | Request a copy
[img] Text (Full Text)
FULL TEXT (1).pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pencahayaan dan level protein ransum terhadap umur saat sexual maturity, bobot puyuh saat sexual maturity, bobot telur pertama dan umur mencapai 30% Quail Day Production (QDP). Penelitian ini menggunakan 270 ekor puyuh dengan metode Rancangan Petak Terbagi (RPT) dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3x3 perlakuan dan 3 ulangan, setiap unit percobaan terdiri dari 10 ekor puyuh betina. Faktor pertama yaitu lama pencahayaan terdiri dari C1(12 jam), C2(14 jam) dan C3(16 jam). Faktor kedua yaitu level protein ransum terdiri dari P1(17%), P2(18%) dan P3(19%). Data dianalisis menggunakan Analysis Of Varians (ANOVA). Perlakuan yang berpengaruh di uji lanjut menggunakan metode Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Perlakuan pada penelitian ini dimulai saat umur puyuh 21 hari sampai umur mencapai 30% QDP. Puyuh diberi ransum adaptasi selama 4 hari lalu pada hari ke 25 diberi ransum perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi lama pencahayaan dan level protein ransum tidak berbeda (P>0,05) terhadap semua parameter. Faktor lama pencahayaan berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap umur saat sexual maturity, umur mencapai 30% QDP, berbeda nyata (P<0,05) terhadap bobot telur pertama dan tidak berbeda (P>0,05) terhadap bobot sexual maturity. Faktor protein tidak berbeda (P>0,05) terhadap semua parameter. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lama pencahayaan 16 jam dan level protein 17%-19% dapat digunakan pada puyuh umur 21 hari hingga umur mencapai 30% quail day production.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Ir. Yan Heryandi, MP; Dr. Ir. Azhar, MS
Uncontrolled Keywords: Lama Pencahayaan; Level Protein; Puyuh Petelur; Quail Day; Sexual Maturity.
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Fakultas Peternakan > S1 Peternakan
Depositing User: S1 Peternakan Peternakan
Date Deposited: 26 Jan 2026 09:49
Last Modified: 26 Jan 2026 09:49
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/518438

Actions (login required)

View Item View Item