Patricia, Sona (2025) Perilaku Mahasiswi Setelah Menonton Konten Influencer Kecantikan di TikTok, Studi Kasus Tujuh Orang Mahasiswi FEB Universitas Andalas. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (362kB) |
|
|
Text (BAB I PENDAHULUAN)
BAB I PENDAHULUAN.pdf - Published Version Download (530kB) |
|
|
Text (BAB IV PENUTUP)
BAB IV PENUTUP.pdf - Published Version Download (222kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (435kB) |
|
|
Text (SKRIPSI FULL TEXT)
SKRIPSIFULL_SONA_1910813020.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
TikTok menjadi sumber informasi utama bagi mahasiswi dalam mengakses konten kecantikan dan terbukti memengaruhi pola konsumsi serta rutinitas perawatan diri. Penelitian ini tidak hanya meninjau aspek pemasaran dan minat beli, melainkan mengungkap perubahan perilaku mahasiswi pada tiga dimensi: (1) perubahan fisik dan non fisik, (2) perubahan interaksi sosial dan komunikasi, serta (3) pergeseran pola waktu dan prioritas harian. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam terhadap 10 informan (7 mahasiswi FEB Universitas Andalas sebagai informan pelaku dan 3 informan pengamat) yang dipilih dengan purposive sampling. Data sekunder diperoleh dari studi dokumen (konten TikTok, data demografi mahasiswa, dan literatur terkait). Analisis data dilakukan secara interaktif mengikuti model Miles & Huberman (kodifikasi, penyajian, penarikan kesimpulan). Kerangka teori yang digunakan adalah behavioral sociology, di mana konten beauty Influencer (tutorial, rekomendasi, ulasan) berfungsi sebagai stimulus berulang yang memicu respons perubahan perilaku. Proses perubahan perilaku kecantikan mahasiswi pasca terpaan konten Influencer serta mengidentifikasi faktor faktor pendorongnya dalam konteks digital dan lingkungan sosial kampus. Paparan konten beauty Influencer menciptakan transformasi komprehensif: (a) rutinitas kecantikan bergeser dari sederhana menjadi kompleks (adopsi skincare 7–10 langkah); (b) prioritas pengeluaran berubah dengan alokasi 15–35% uang saku untuk produk kecantikan; (c) terbentuk dinamika sosial baru di mana topik kecantikan menjadi social currency dalam pertemanan; (d) muncul tekanan psikologis berupa ketergantungan pada kosmetik untuk kepercayaan diri serta fenomena FOMO yang mendorong pembelian impulsif. Perubahan ini selaras dengan mekanisme stimulus respons dan proses modeling (peniruan selektif) terhadap Influencer.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Drs. Rinaldi Eka Putra, M.Si; Drs. Yulkardi, M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | Influencer; Konsumsi mahasiswa; Media Sosial; Perilaku Kecantikan |
| Subjects: | H Social Sciences > HM Sociology |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |
| Depositing User: | S1 Sosiologi Sosiologi |
| Date Deposited: | 26 Jan 2026 10:27 |
| Last Modified: | 26 Jan 2026 10:27 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/518369 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric