Transformasi Kebijakan Perfilman Indonesia Era Reformasi ( 1998-2009 )

Hanifa, Salsabila (2025) Transformasi Kebijakan Perfilman Indonesia Era Reformasi ( 1998-2009 ). S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
COVER (1).pdf - Published Version

Download (452kB)
[img] Text (BAB 1)
BAB I (1).pdf - Published Version

Download (843kB)
[img] Text (Bab V Kesimpulan)
BAB V KESIMPULAN .pdf - Published Version

Download (395kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka .pdf

Download (695kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
Skripsi Full Hanifa Salsabila-2110713006.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini mengkaji transformasi kebijakan perfilman Indonesia dari era Orde Baru hingga pasca-Reformasi, dengan fokus pada pergeseran dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1992 yang berbasis sensor represif menuju Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 yang menerapkan sistem klasifikasi usia. Melalui analisis dokumen kebijakan, studi kasus film pasca-reformasi, penelitian ini mengungkap bagaimana proses legislasi UU Perfilman 2009 berlangsung melalui mekanisme yang lebih terbuka dan deliberatif, melibatkan komunitas film, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil. Perubahan terminologi dari "sensor" menjadi "klasifikasi" mencerminkan transformasi fundamental dalam relasi kekuasaan antara negara dan masyarakat dalam ranah kebudayaan, di mana film tidak lagi diposisikan sebagai instrumen ideologi negara melainkan sebagai medium ekspresi kreatif yang dilindungi. Penelitian ini menegaskan bahwa transformasi kebijakan perfilman merupakan proses berkelanjutan yang tidak berjalan linear. Reformasi hukum formal diperlukan namun tidak cukup untuk menjamin kebebasan berekspresi substantif. Masa depan perfilman Indonesia bergantung pada kemampuan pemangku kepentingan membangun kolaborasi produktif, memperkuat kapasitas kelembagaan, dan menjaga keseimbangan dinamis antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab sosial. Dengan memastikan kontinuitas reformasi dan pengelolaan tantangan secara cerdas, Indonesia memiliki potensi menjadikan perfilman sebagai pilar demokrasi yang matang dan menempatkan diri sebagai produsen aktif dalam peta sinema dunia.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Prof.Yenny Narny.,SS.,MA.Ph.D
Uncontrolled Keywords: Kebijakan Perfilman Indonesia; Transformasi Regulasi Film; Sensor Film; Klasifikasi Usia; Kebebasan Berekspresi; Demokratisasi Kebudayaan; Komunitas Film Independen; Undang-Undang Perfilman 2009; Reformasi Media Indonesia; Sinema Pasca-Orde Baru
Subjects: D History General and Old World > D History (General) > D204 Modern History
Divisions: Fakultas Ilmu Budaya > S1 Sejarah
Depositing User: S1 Sejarah Sejarah
Date Deposited: 27 Jan 2026 02:47
Last Modified: 27 Jan 2026 02:47
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/518127

Actions (login required)

View Item View Item