Nopiardo, Widi (2025) Analisis Perilaku Ekonomi Ta’awun pada Masyarakat Minangkabau Sumatera Barat: Perspektif Ekonomi Zakat, Ekonomi Adat, dan Kebijakan Publik. S3 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (468kB) |
|
|
Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (501kB) |
|
|
Text (BAB VII (BAB AKHIR))
03. BAB VII (BAB Akhir).pdf - Published Version Download (347kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (357kB) |
|
|
Text (Disertasi Fulltext)
05. Disertasi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (13MB) | Request a copy |
Abstract
Abstrak I: Penelitian ini membahas perilaku ekonomi masyarakat Sumatera Barat dalam berzakat ke lembaga resmi. Terdapat research gap antara keberadaan Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) dengan masih rendahnya minat masyarakat menyalurkan zakat melalui lembaga yang diatur undang-undang. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh sikap hukum, norma subjektif, dan persepsi hukum terhadap minat serta perilaku berzakat di lembaga resmi. Penelitian lapangan ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan SMARTPLS 3, pengumpulan data melalui kuesioner dan dokumentasi. Populasi penelitian mencakup seluruh muzaki non-ASN di Sumatera Barat. Sampel penelitian diambil dengan teknik cluster random sampling pada empat wilayah menggunakan rumus Lemeshow. Analisis dilakukan secara deskriptif dan mediasi (jalur). Hasil penelitian menunjukkan, sikap hukum tidak berpengaruh terhadap minat berzakat melalui lembaga resmi, norma subjektif berpengaruh terhadap minat berzakat, persepsi hukum berpengaruh terhadap minat berzakat, persepsi hukum berpengaruh terhadap perilaku berzakat, dan minat berpengaruh terhadap perilaku berzakat melalui lembaga resmi. Abstrak II: Dalam masyarakat Minangkabau, salah satu perilaku ekonomi adat yaitu menggadai, berupa transaksi pagang gadai. Berdasarkan ketentuan adat Minangkabau, terdapat sejumlah alasan gadai dibolehkannya yakni: rumah gadang katirisan, gadih gadang atau jando indak balaki, mayik tabujua di tangah rumah, dan mambangkik batang tarandam. Namun, seiring perkembangan zaman disinyalir ada pergeseran motif tersebut di sebagian kalangan masyarakat. Hal ini menarik untuk diteliti terkait motif perilaku ekonomi menggadai yang mereka lakukan. Jenis penelitian ini yaitu penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara. Responden diwawancarai dengan teknik snowball sampling di lokasi penelitian. Teknik analisis data mengikuti metode yang dijelaskan oleh Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa saat ini ditemukan beberapa sebab menggadaikan sawah atau lahan untuk biaya pendidikan, modal usaha, biaya renovasi rumah, tanpa alasan, dan kebutuhan mendesak lainnya seperti biaya berobat anggota keluarga, kesulitan ekonomi, membayar hutang bank, biaya transportasi ke luar daerah, tidak ingin meminta- minta ke orang lain, dan sebagainya. Abstrak III: Dalam tradisi ekonomi adat masyarakat Minangkabau terdapat transaksi salang manyalang untuk menolong kebutuhan dana cepat bagi panyalang. Namun, jika terdapat kendala dalam melakukan transaksi salang manyalang, maka alternatif lain yaitu pagang gadai. Kebutuhan tertentu yang harus segera dipenuhi oleh penggadai diduga membuat mereka cenderung mengabaikan ketentuan adat terkait kebolehan menggadai dan tidak lagi memikirkan dampak jangka panjang yang ditimbulkan. Oleh karena itu, perlu diketahui dampak ekonominya dengan melakukan penelitian kepada penggadai atau ahli warisnya. Jenis penelitian ini yaitu penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, responden diwawancarai dengan teknik snowball sampling selain itu juga melalui dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengemukakan bahwa praktik pagang gadai secara jangka pendek yaitu untuk tolong-menolong kesulitan ekonomi salah satu pihak yang membutuhkan dana segera. Sedangkan dalam jangka panjang pagang gadai menimbulkan persoalan ekonomi di kalangan penggadai dan cenderung menimbulkan sengketa di kemudian hari. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat diuraikan bahwa mayoritas 94,12 % narasumber kesulitan ekonomi setelah menggadai, 2,35 % ekonomi mereka biasa-biasa saja, 1,18 % tidak berdampak kepada mereka, sedangkan 2,35 % lainnya stabil disebabkan oleh adanya sumber pendapatan lain seperti PNS dan berdagang. Abstrak IV: Penelitian ini secara spesifik mengkaji kemaslahatan dari kebijakan publik Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dalam merelokasi warga terdampak bencana. Research gap dalam penelitian ini yaitu kebijakan relokasi di saat psikologi sebagian warga masih terganggu, kondisi wilayah yang belum sepenuhnya pulih, keterbatasan anggaran di daerah, di saat kebijakan efisiensi anggaran nasional, dan sebagainya. Namun, upaya menolong warga terdampak melalui relokasi mesti diprioritaskan oleh pihak-pihak terkait dengan tetap memperhatikan sisi maslahat. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk mengkaji kemaslahatan dari kebijakan yang diambil, di saat munculnya berbagai tantangan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Penentuan informan menggunakan teknik purposive- accidental sampling untuk menjaga akurasi data di wilayah yang mengalami disrupsi demografis. Teknik analisis data melalui teknik yang digunakan oleh Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan teknik penjamin keabsahan data melalui triangulasi sumber. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan relokasi terpadu yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Datar untuk membantu pemulihan ekonomi masyarakat terdampak, yang pelaksanaannya bersinergi atau bergotong royong dengan pihak-pihak terkait. Pada umumnya kebijakan sudah sesuai dengan prinsip fikih menjaga lima hal yaitu kemaslahatan terhadap agama, kemaslahatan jiwa, kemaslahatan akal, kemaslahatan keturunan, dan kemaslahatan harta. Abstrak V: Salah satu lembaga yang terlibat gotong royong dalam menolong warga terdampak bencana yaitu OPZ. Kebijakan OPZ terlihat pada sejumlah implementasi program bidang kebencanaan dengan kegiatan gotong royong menolong warga dalam aspek sosial ekonomi. Kegelisahan akademik peneliti muncul berkenaan dengan implementasi kebijakan penanggulangan bencana yang dilakukan OPZ mulai dari awal bencana terjadi hingga fase pemulihan. Hal ini membuat peneliti tertarik untuk mengidentifikasi perilaku gotong royong yang dilakukan oleh OPZ secara komprehensif. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara dan dokumentasi. Wawancara dengan teknik snowball sampling dilakukan kepada Wali Nagari, masyarakat terdampak, dan pihak lainnya. Teknik analisis data, menggunakan teknik yang dikemukakan Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan OPZ dengan mengerahkan relawannya bergotong royong saat terjadi bencana diantaranya seperti pembersihan material bencana, penerimaan dan penyaluran logistik kepada masyarakat terdampak, pemulihan trauma, pembangunan infrastruktur darurat, dan penyediaan air bersih. Selain itu, OPZ juga melakukan sinergi dengan pihak terkait dalam memulihkan perekonomian masyarakat terdampak melalui bantuan dana untuk bangkit.
| Item Type: | Thesis (S3) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Dr. Syafruddin Karimi, SE., MA.; Endrizal Ridwan, Ph.D.; Efa Yonnedi, S.E., MPPM. Ak, CA, CRGP, Ph.D. |
| Uncontrolled Keywords: | Keywords I: sikap hukum; norma subjektif; persepsi hukum; minat; perilaku berzakat Keywords II: motif; ekonomi adat; pagang gadai; Minangkabau Keywords III: dampak; ekonomi; pagang gadai; Minangkabau Keywords IV: kemaslahatan; sosial ekonomi; kebijakan relokasi; al-kulliyat al-khamsah Keywords V: kebijakan; OPZ; galodo; fase bencana; gotong royong |
| Subjects: | H Social Sciences > HB Economic Theory |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis > S3 Ekonomi |
| Depositing User: | S3 Ekonomi Ekonomi |
| Date Deposited: | 28 Jan 2026 10:14 |
| Last Modified: | 28 Jan 2026 10:14 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/517975 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric