Rais, Wahmin (2026) Analisis Risiko Rantai Pasok General Trading Company di Indonesia. S2 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (COVER DAN ABSTRAK)
1 COVER DAN ABSTRAK.pdf - Published Version Download (240kB) |
|
|
Text (BAB I)
2 BAB I WAHMIN RAIS.pdf - Published Version Download (313kB) |
|
|
Text (BAB VI)
3 BAB VI.pdf - Published Version Download (172kB) |
|
|
Text
4 DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (268kB) |
|
|
Text (TESIS FULL TEXT)
5 TESIS REVISI FINAL 1.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
General Trading Company (GTC) memiliki peran strategis sebagai penghubung antara produsen dan konsumen dalam rantai pasok lintas sektor, khususnya pada sektor industri strategis seperti energi, infrastruktur, dan manufaktur. Kompleksitas jaringan pemasok, ketergantungan terhadap sistem logistik, serta ketidakpastian lingkungan bisnis menyebabkan GTC rentan terhadap berbagai risiko rantai pasok, terutama risiko keterlambatan pengiriman dan gangguan distribusi. Penelitian ini bertujuan untukmengidentifikasi, menganalisis, dan memprioritaskan risiko dalam rantai pasok GTC di Indonesia serta merumuskan strategi mitigasi risiko yang tepat guna meningkatkan resiliensi dan efisiensi operasional perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan manajemen risiko berbasis ISO 31000 dengan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) yang dikombinasikan dengan logika fuzzy (Fuzzy FMEA) untuk mengatasi subjektivitas dan ketidakpastian dalam penilaian risiko. Objek penelitian meliputi 30 General Trading Company di Indonesia yang bergerak pada perdagangan fisik lintas sektor. Data diperoleh melalui kuesioner, wawancara pakar, serta validasi risiko menggunakan Content Validity Index (CVI). Penilaian risiko dilakukan berdasarkan parameter severity, occurrence, dan detection, yang selanjutnya dihitung menggunakan Risk Priority Number (RPN) dan Fuzzy Risk Priority Number (FRPN) untuk menentukan prioritas risiko utama. Penelitian ini mengidentifikasi 23 faktor risiko rantai pasok pada GTC di Indonesia yang berasal dari risiko internal dan eksternal, meliputi risiko pandemi dan kesehatan, geopolitik, ekonomi, teknologi, keberlanjutan, permintaan, pasokan dan logistik, serta risiko operasional internal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko dengan prioritas tertinggi dalam rantai pasok GTC di Indonesia didominasi oleh risiko risiko keterlambatan pengiriman, ketidakpastian pemasok, gangguan logistik, serta permasalahan operasional di gudang. Penerapan Fuzzy FMEA terbukti mampu memberikan pemeringkatan risiko yang lebih representatif dibandingkan FMEA konvensional. Strategi mitigasi yang direkomendasikan meliputi diversifikasi pemasok, peningkatan koordinasi dan monitoring logistik, perbaikan distem manajemen persediaan, serta penguatan prosedur operasional standar. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis bagi perusahaan GTC dalam pengelolaan risiko rantai pasok serta kontribusi akademik dalam pengembangan penerapan Fuzzy FMEA pada sektor perdagangan umum di Indonesia.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Ir. Nilda Tri Putri, Ph.D ; Ir. Elita Amrina, Ph.D., IPU |
| Uncontrolled Keywords: | General Trading Company; Risiko Rantai Pasok; Fuzzy FMEA; Fishbone,Diagram; ISO 31000. |
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) T Technology > TS Manufactures |
| Divisions: | Fakultas Teknik > S2 Teknik Industri |
| Depositing User: | S2 Teknik Industri |
| Date Deposited: | 23 Jan 2026 07:03 |
| Last Modified: | 23 Jan 2026 07:03 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/517953 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric