Pasaribu, Angga Hesekiel (2026) Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Nanosilika dan Varietas Padi Terhadap Perkembangan dan Tingkat Serangan Wereng Batang Coklat (Nilaparvata lugens Stal). S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (cover dan abstrak)
COVER DAN ABSTRAK.pdf - Published Version Download (311kB) |
|
|
Text (bab 1 pendahuluan)
bab 1 pendahuluan.pdf - Published Version Download (275kB) |
|
|
Text (bab v penutup)
BAB V PENUTUP.pdf - Published Version Download (206kB) |
|
|
Text (daftar pustaka)
DAFTARPUSTAKA.pdf - Published Version Download (160kB) |
|
|
Text (skripsi full text)
skripsi full angga.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Nanosilika diketahui berperan dalam meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tanaman padi namun pengaruh interaksinya dengan varietas padi terhadap Wereng Batang Coklat (WBC) belum banyak dilaporkan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi nanosilika dan varietas padi terhadap perkembangan dan tingkat serangan WBC. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bioekologi Serangga dan Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Andalas menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi nanosilika terdiri dari 7 taraf yaitu 0, 100, 200, 300, 400, 500, dan 600 ppm. Faktor kedua adalah varietas padi terdiri atas varietas IR 42, Cisokan, dan Ciherang. Setiap kombinasi perlakuan diulang empat kali sehingga diperoleh 84 satuan percobaan. Variabel yang diamati meliputi mortalitas, intensitas serangan, lama stadia nimfa (instar ke-3, ke-4, dan ke-5), dan imago (terbentuk, normal, rasio, dan lama stadia). Hasil penelitian menujukkan interaksi antara kedua faktor yaitu pada variabel lama stadia betina dengan konsentrasi terbaik yaitu 600 ppm pada varietas IR 42 dengan memperpanjang lama stadia imago betina (0,78 hari). Secara tunggal, nanosilika dengan konsentrasi 600 ppm memperpanjang lama stadia instar ke-4 (0,48), ke-5 (0,47 hari), imago jantan (0,47 hari), meningkatkan mortalitas (7,23 %), menurunkan intensitas serangan (37,41 %), persentase imago terbentuk (7,23 %), persentase imago normal (11,08 %). Faktor varietas, secara tunggal memperpanjang lama stadia instar ke-3 (0,87), ke-4 (0,12), imago jantan (0,61 hari), mortalitas (8,81 %), intensitas serangan (25,16 %), persentase imago terbentuk (8,81 %), persentase imago normal (13,03 %). Kedua faktor tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap rasio jantan dan betina.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. My Syahrawati, S.P., M. Si.; Ir. Yunisman, M.P. |
| Uncontrolled Keywords: | 600 ppm; Cisokan; imago; ketahanan; mortalitas |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > S1 Proteksi Tanaman |
| Depositing User: | S1 Proteksi Tanaman |
| Date Deposited: | 23 Jan 2026 09:21 |
| Last Modified: | 23 Jan 2026 09:21 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/517846 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]