Suryani, Rika (2025) Analisis Komparatif Dalam Studi Kebijakan Kesehatan Pada Pelaksanaan Pemantauan Tumbuh Kembang Balita Antara Puskesmas Pemancungan dan Puskesmas Pauh Kota Padang. S2 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
1. COVER DAN ABSTRAK.pdf - Published Version Download (208kB) |
|
|
Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
BAB 1.pdf - Published Version Download (208kB) |
|
|
Text (BAB PENUTUP)
BAB AKHIR.pdf - Published Version Download (149kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (211kB) |
|
|
Text (TUGAS AKHIR FULL TEXT)
TUGAS AKHIR FULL TEXT.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (5MB) | Request a copy |
Abstract
Masa balita yang dikenal sebagai masa keemasan (golden period) adalah periode penting dalam mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak. Puskesmas Pemancungan sebagai Puskesmas capaian tertinggi indikator balita yang di pantau tumbuh kembangnya, sementara Puskesmas Pauh sebagai capaian terendah berdasarkan data Dinas Kesehatan tahun 2024. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparasi studi kebijakan kesehatan pada pelaksanaan pemantauan tumbuh kembang balita antara Puskesmas Pemancungan dan Puskesmas Pauh Kota Padang. Penelitian kebijakan kesehatan dilakukan dengan pendekatan sistem input proses dan output yang dilakukan secara kualitatif. Informan penelitian adalah Wali Kota, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas, Penanggungjawab Program, Pembina Wilayah dan Kader Posyandu. Pengambilan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data secara naratif dengan model Miles dan Huberman. Hasil input menunjukan kebijakan pemantauan tumbuh kembang balita disebutkan dalam Permenkes no 6 tahun 2024 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Kebijakan diturunkan dalam program Puskesmas dengan bentuk penimbangan berat badan balita, pengukuran tinggi badan balita, pemberian Vitamin A, dan pemantauan perkembangan balita yang pelaksanaannya di posyandu oleh bidan dan kader. Puskesmas Pemancungan dengan wilayah kerja kecil, jumlah bidan 9 memiliki keterbatasan dalam sarana. Sedangkan, Puskesmas Pauh dengan wilayah kerja lebih luas, dengan jumlah bidan 39 memiliki ketersediaan sarana namun tidak dibawa oleh petugas saat posyandu. Hasil proses menunjukan pelaksanaan pemantauan tumbuh kembang balita di kedua Puskesmas tidak sesuai standar. Hasil Output menunjukan pelaksanaan pemantauan tumbuh kembang balita di kedua Puskesmas telah terlaksana setiap bulannya di posyandu namun tidak sesuai standar. Kesimpulan penelitian yaitu kebijakan pelaksanaan pemantauan tumbuh kembang balita Puskesmas Pemancungan dan Puskesmas Pauh belum optimal sehingga perlu pengawasan dan evaluasi secara komprehensif pada komponen input dan proses sehingga hasil output bisa optimal.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. dr. Desmawati, M.Gizi; Dr. dr. Afdal, Sp.A, M.Biomed |
| Uncontrolled Keywords: | Analisis Komparatif; Kebijakan; Tumbuh Kembang Balita; Puskesmas |
| Subjects: | R Medicine > RJ Pediatrics > RJ101 Child Health. Child health services |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > S2 Kebidanan |
| Depositing User: | S2 Kebidanan kebidanan |
| Date Deposited: | 23 Jan 2026 02:29 |
| Last Modified: | 23 Jan 2026 02:29 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/517818 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric