Rafi, M. (2026) STRATEGI GERAKAN #MILKTEAALLIANCE DALAM MELAWAN TINDAKAN OTORITARIANISME TIONGKOK DI HONG KONG. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text
COVER & ABSTRAK.pdf - Published Version Download (307kB) |
|
|
Text
BAB I - SKRIPSI M RAFI.pdf - Published Version Download (542kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf - Published Version Download (242kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (218kB) |
|
|
Text
FULL TEXT SKRIPSI M RAFI - 2210853009.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Pemberlakuan Undang-Undang Keamanan Nasional oleh Tiongkok pada tahun 2020 telah melemahkan prinsip “One Country, Two Systems” dan membatasi kebebasan sipil di Hong Kong sehingga memicu munculnya gerakan #MilkTeaAlliance sebagai bentuk aktivisme digital transnasional yang melibatkan Hong Kong, Taiwan, Thailand, dan Myanmar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi gerakan #MilkTeaAlliance dalam melawan tindakan otoritarianisme Tiongkok terhadap demokrasi Hong Kong dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan analisis data sekunder. Penelitian ini menggunakan konsep digital activism oleh Sandor Vegh yang membagi strategi menjadi tiga kategori: awareness/advocacy, organization/mobilization, dan action/reaction. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan #MilkTeaAlliance mampu menerapkan ketiga strategi secara efektif. Melalui awareness/advocacy, gerakan ini mampu membentuk opini publik global dan memperluas solidaritas lintas negara dengan memanfaatkan platform X (dulunya Twitter) dan meme sebagai alat komunikasi utama. Pada organization/mobilization, gerakan ini berhasil mengkoordinasikan aksi daring dan luring serta membangun jaringan aktivis yang fleksibel meskipun menghadapi represi berat. Sementara itu, strategi action/reaction terwujud dalam perang meme dan kampanye digital yang secara langsung menantang narasi nasionalis Tiongkok. Walaupun belum berhasil mencapai tujuan utama yaitu pembatalan Undang-Undang Keamanan Nasional, gerakan #MilkTeaAlliance mampu mem-framing isu otoritarianisme Tiongkok sebagai agenda bersama Asia dan meningkatkan kesadaran global terhadap krisis demokrasi Hong Kong dengan memanfaatkan kekuatan media sosial untuk menyebarkan informasi, mengorganisasi aksi, dan melakukan aksi protes digital dengan efektif, sekaligus menghadapi tekanan dan pembatasan dari rezim otoriter.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Virtuous Setyaka, S.IP, M.Si; Diah Anggraini Austin, S.IP, M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | Demokrasi Hong Kong; Digital Activism; Gerakan #MilkTeaAlliance; Tindakan Otoritarianisme; Tiongkok |
| Subjects: | J Political Science > JZ International relations |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Hubungan Internasional |
| Depositing User: | S1 Hubungan Internasional |
| Date Deposited: | 14 Jan 2026 09:20 |
| Last Modified: | 14 Jan 2026 09:20 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/516804 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]