Hubungan Kadar Kaslium Sebelum Tindakan Apheresis Trombosit dan Kejadian Efek Samping pada Pendonor

Arkan, Muhammad Ibnu (2025) Hubungan Kadar Kaslium Sebelum Tindakan Apheresis Trombosit dan Kejadian Efek Samping pada Pendonor. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
COVER DAN ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (376kB)
[img] Text (BAB 1 Pendahuluan)
BAB 1 PENDAHULUAN.pdf - Published Version

Download (326kB)
[img] Text (BAB 6 Penutup)
BAB 6 PENUTUP.pdf - Published Version

Download (269kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (277kB)
[img] Text (Skripsi Full Text)
SKRIPSI FULL TEXT..pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

Apheresis trombosit merupakan prosedur pengambilan trombosit yang menggunakan antikoagulan sitrat (ACD-A) yang bekerja dengan mengikat ion kalsium (Ca²⁺). Penggunaan sitrat dapat menurunkan kadar kalsium darah dan memicu efek samping seperti parestesia, kram otot, pusing, hingga reaksi vasovagal. Kondisi ini menjadikan kadar kalsium pendonor sebelu tindakan sebagai aspek penting untuk mencegah hipokalsemia selama prosedur. Hingga saat ini, data mengenai gambaran kadar kalsium sebelum tindakan apheresis dan kejadian efek samping pada poendonor di RSUP Dr. M. Djamil Padang belum tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar kalsium sebelum tindakan apheresis trombosit serta gambaran efek samping yang muncul pada pendonor. Penelitian ini merupakan studi deskriptif cross-sectional yang melibatkan 40 pendonor apheresis trombosit dengan menggunakan data sekunder dari UTD RSUP Dr. M. Djamil Padang dan penelitian induk. Data disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase untuk menggambarkan karakteristik kadar kalsium serta kejadian efek samping pada pendonor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 40 pendonor, sebanyak 37 pendonor (92,5%) memiliki kadar kalsium dalam batas normal sebelum tindakan, sedangkan 3 pendonor (7,5%) memiliki kadar kalsium rendah. Efek samping setelah tindakan apheresis trombosit ditemukan pada 4 pendonor (10%), sementara 36 pendonor (90%) tidak mengalami efek samping. Efek samping yang muncul umumnya berupa gejala ringan terkait toksisitas sitrat, seperti parestesia. Pada kelompok pendonor dengan kadar kalsium rendah, sebanyak 2 pendonor (66,6%) mengalami efek samping, sedangkan 1 pendonor (33,3%) tidak menunjukkan keluhan. Sebaliknya, pada pendonor dengan kadar kalsium normal, hanya 2 pendonor (5,4%) yang mengalami efek samping. Temuan ini menunjukkan bahwa kejadian efek samping lebih banyak ditemukan pada pendonor dengan kadar kalsium rendah dibandingkan pendonor dengan kadar kalsium normal, meskipun respons individu terhadap prosedur tidak selalu seragam. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pendonor apheresis trombosit memiliki kadar kalsium normal sebelum tindakan, dan kejadian efek samping yang muncul relatif rendah serta bersifat ringan.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. dr. Zelly Dia Rofinda, Sp.PK, Subsp.B.D.K.T(K), Subsp.H.K(K); Prof. Dr. Eti Yerizel, MS
Uncontrolled Keywords: apheresis trombosit; kalsium; efek samping; sitrat; donor darah
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran
Depositing User: S1 Kedokteran Kedokteran
Date Deposited: 14 Jan 2026 04:28
Last Modified: 14 Jan 2026 04:28
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/516755

Actions (login required)

View Item View Item