Analisis Perbedaan Derajat Nyeri Luka Episiotomi pada Ibu dengan dan Tanpa Pemberian Platelet-Rich Plasma

Defito, Nabil Abel (2025) Analisis Perbedaan Derajat Nyeri Luka Episiotomi pada Ibu dengan dan Tanpa Pemberian Platelet-Rich Plasma. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (cover dan abstrak)
ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (398kB)
[img] Text (Pendahuluan)
BAB 1 PENDAHULUAN.pdf - Published Version

Download (376kB)
[img] Text (Penutup)
PENUTUP.pdf - Published Version

Download (295kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (259kB)
[img] Text (Skripsi full text)
SKRIPSI FULL TEXT.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Nyeri pada luka episiotomi merupakan salah satu keluhan tersering pada ibu pascapersalinan dan dapat mengganggu mobilisasi dini, menyusui, serta kenyamanan ibu. Platelet-Rich Plasma (PRP) mengandung faktor pertumbuhan dan berpotensi meningkatkan proses penyembuhan jaringan dan menurunkan intensitas nyeri melalui mekanisme modulasi inflamasi, angiogenesis, serta regenerasi jaringan. Dalam hal ini perbedaan penurunan derajat nyeri luka episiotomi pada ibu yang diberi PRP dan tidak diberikan PRP masih memerlukan bukti klinis yang lebih kuat. Penelitian ini bertujuan mengetahui analisis perbedaan derajat nyeri dengan dan tanpa pemberian Platelet-Rich Plasma pada luka episiotomi. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan desain cohort retrospektif menggunakan data sekunder dari penelitian primer mengenai penggunaan PRP pada luka episiotomi. Sampel terdiri dari 106 ibu pasca-persalinan pervaginam, yaitu 56 pada kelompok PRP dan 50 pada kelompok non-PRP. Penilaian nyeri dilakukan menggunakan VAS pada hari ke-0 dan hari ke-8. Uji Mann–Whitney U digunakan untuk menganalisis hubungan dengan tingkat signifikansi p ≤ 0,05. Kelompok PRP dan Non-PRP, pada hari ke-0, mayoritas subjek mengalami nyeri berat–sangat berat. Pada hari ke-8, kelompok PRP menunjukkan penurunan nyeri yang lebih besar, dengan 44,6% tidak lagi merasakan nyeri dan 50% mengalami nyeri ringan. Sebaliknya, kelompok Non-PRP masih menunjukkan proporsi nyeri ringan yang lebih tinggi, dengan 84%. Uji Mann–Whitney U mengindikasikan hubungan bermakna antara pemberian PRP dan penurunan nyeri pada hari ke-8 (p < 0,05). Pemberian Platelet-Rich Plasma terbukti berhubungan dengan penurunan derajat nyeri yang lebih signifikan pada luka episiotomi dibandingkan perawatan standar tanpa PRP.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. dr. Bobby Indra Utama, Sp.OG(K) ; dr. Biomechy Oktomalio Putri, M. Biomed
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran
Depositing User: S1 Kedokteran Kedokteran
Date Deposited: 13 Jan 2026 08:03
Last Modified: 13 Jan 2026 08:03
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/516711

Actions (login required)

View Item View Item