Najmil, Latifah (2025) PERSEPSI TERHAP KUCING DAN AKTIVITAS ANGGOTA KOMUNITAS PECINTA KUCING. Studi Kasus: 6 Anggota Komunitas Pecinta Kucing Padang Cat Lovers (PCL). S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover and absract)
Cover dan Abstrack Pdf.pdf - Published Version Download (207kB) |
|
|
Text (BAB I Pendahuluan)
BAB I Pendahuluan Pdf.pdf - Published Version Download (223kB) |
|
|
Text (BAB V PENUTUP)
BAB V Penutup PDF.pdf - Published Version Download (173kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA Pdf.pdf - Published Version Download (161kB) |
|
|
Text (SKRIPSI FULL TEXT)
SKRIPSI TERBARU REVISI UJIAN.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Hubungan antara manusia dan kucing telah lama terjalin, tidak hanya sebagai interaksi antarspesies, tetapi juga sebagai praktik sosial yang sarat makna. Dalam konteks perkotaan, komunitas pecinta kucing menjadi ruang di mana relasi tersebut dibentuk, dipelihara, dan dimaknai secara kolektif. Penelitian ini berfokus pada Padang Cat Lovers (PCL) sebagai studi kasus, untuk memahami bagaimana persepsi anggota komunitas terkait kehadiran kucing dalam kehidupan mereka. Pendekatan teoritik yang digunakan adalah interpretatif simbolik Clifford Geertz, yang memandang budaya sebagai sistem makna yang ditransmisikan melalui simbol, sehingga setiap tindakan sosial perlu ditafsirkan secara mendalam (thick description). Melalui kerangka ini, penelitian menafsirkan simbol dan praktik sehari-hari yang mengikat relasi antara anggota komunitas dan kucing. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif menggunakan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan anggota komunitas, dan dokumentasi kegiatan. Analisis dilakukan dengan mengaitkan temuan lapangan pada konteks sosial, budaya, ekonomi, dan spiritual yang melingkupinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi anggota komunitas pecinta kucing dalam memandang kucing dimaknai dalam empat dimensi utama. Pertama, kucing dipandang sebagai anggota keluarga. Kedua, kucing sebagai solidaritas sosial yang memperkuat jejaring sosial di antara anggota. Ketiga, kucing sebagai teman, ke Empat kucing direpresentasikan sebagai nilai kepercayaan umat beragama Islam termasuk tentang kepercayaan pahala merawat makhluk hidup termasuk kucing. Kelima kucing sebagai komoditas sosial dimana, kucing terlibat dalam ekosistem ekonomi komunitas melalui jasa, produk, dan aktivitas berbasis donasi yang didasari rasa tanggung jawab bersama. Keseluruhan makna ini saling terkait, membentuk jaringan simbol yang merefleksikan nilai kemanusiaan, keberlanjutan, dan kebersamaan dalam kehidupan perkotaan.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Fajri Rahman., S.Sos., M.a Hairul Anwar., M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | kucing, komunitas, makna, persepsi, Padang Cat Lovers |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Antropologi Sosial |
| Depositing User: | S1 Antropologi Sosial |
| Date Deposited: | 14 Jan 2026 06:55 |
| Last Modified: | 14 Jan 2026 06:55 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/516662 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]