Liawati, Rezi (2025) Korelasi Kadar Leptin Serum Maternal dan Kadar Leptin Darah Tali Pusat dengan Antropometri Bayi Baru Lahir pada Ibu Obesitas. S2 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (264kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
BAB I (Pendahuluan).pdf - Published Version Download (382kB) |
|
|
Text (Bab Akhir)
BAB Akhir (Penutup dan Kesimpulan).pdf - Published Version Download (76kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA .pdf - Published Version Download (346kB) |
|
|
Text (Tesis Fulltext)
Tesis Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Obesitas menjadi masalah kesehatan global yang prevalensinya terus meningkat, termasuk pada wanita usia subur (WUS). Di Indonesia, prevalensi obesitas pada WUS meningkat dari 28,31% pada tahun 2018 menjadi 29,91% pada tahun 2023, sejalan dengan meningkatnya kasus obesitas pada ibu hamil. Obesitas pada ibu hamil memengaruhi metabolisme maternal, fungsi plasenta, serta kadar leptin, hormon yang berperan dalam regulasi energi dan pertumbuhan janin. Resistensi leptin pada obesitas dapat mengganggu transfer nutrisi ke janin dan memengaruhi ukuran bayi saat lahir. Penelitian ini bertujuan menganalisis korelasi kadar leptin serum maternal dan kadar leptin darah tali pusat dengan antropometri bayi baru lahir pada ibu obesitas. Metode penelitian analitik observasional dengan desain crossectional yang dilaksanakan pada bulan Juni–September 2025 di RSUP Dr. M. Djamil, RS Hermina Padang, dan Laboratorium Biomedis Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Sebanyak 30 ibu hamil obesitas dipilih dengan teknik consecutive sampling. Kadar leptin diperiksa menggunakan metode ELISA, uji normalitas dengan Shapiro–Wilk. Analisis korelasi menggunakan uji Pearson/ Spearman sesuai distribusi data. Hasil menunjukkan korelasi negatif lemah dan signifikan antara kadar leptin serum maternal dengan lingkar kepala bayi baru lahir (r = –0,364; p = 0,048), sedangkan korelasi dengan berat badan, panjang badan, dan indeks ponderal tidak signifikan. Kadar leptin darah tali pusat juga tidak menunjukkan korelasi dengan semua parameter antropometri. Penelitian ini menunjukkan bahwa kadar leptin maternal dan darah tali pusat umumnya tidak berkorelasi dengan ukuran antropometri bayi baru lahir pada ibu obesitas. Temuan ini mengindikasikan bahwa regulasi pertumbuhan janin dipengaruhi oleh mekanisme multifaktorial di luar peran kadar leptin.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Dr. dr. Yusrawati, Sp.OG, Subsp KFM, MMRS, MH.Kes;Dr.dr. Nelmi Silvia, MKK, Sp.Ok, Sp.KKLP, FISPH, FISCM |
| Uncontrolled Keywords: | leptin; obesitas maternal; darah tali pusat; antropometri; bayi baru lahir |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > S2 Kebidanan |
| Depositing User: | S2 Kebidanan kebidanan |
| Date Deposited: | 13 Jan 2026 09:32 |
| Last Modified: | 13 Jan 2026 09:32 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/516661 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]