Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Aspergilosis Paru Kronik (APK) pada Pasien Bekas Tuberkulosis Paru

Serly, Vicennia (2025) Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Aspergilosis Paru Kronik (APK) pada Pasien Bekas Tuberkulosis Paru. Spesialis thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstract.pdf - Published Version

Download (322kB)
[img] Text (BAB 1)
BAB 1.pdf - Published Version

Download (239kB)
[img] Text (BAB 7)
BAB 7.pdf - Published Version

Download (194kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (293kB)
[img] Text (TUGAS AKHIR FULL TEXT)
Tesis Vicennia Serly.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Latar belakang: Aspergilosis paru kronik (APK) merupakan komplikasi serius bekas tuberkulosis (TB) paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pasien bekas TB paru dengan dan tanpa APK serta menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dan paling mempengaruhi kejadian APK. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan case control. Penelitian ini dilakukan di ruang rekam medis di RSUP Dr. M. Djamil Padang, RS Madina dan RS UNAND yang dilaksanakan selama Agustus 2024 - Mei 2025. Sampel penelitian berjumlah 54. Data dianalisis hingga analisis multivariat. Hasil Penelitian: Pasien dengan APK didominasi usia <60 tahun (88,9%), laki-laki (55,6%), perokok aktif (66,7%), dan memiliki IMT tidak normal (66,7%). Gejala klinis utama meliputi batuk (83,3%), sesak napas (77,8%), dan hemoptisis (61,1%). Temuan radiologis terbanyak adalah infiltrat (94,4%), kavitas (88,9%), fibrosis perikavitas (88,9%), dan penebalan pleura (61,1%). Kelompok tanpa APK menunjukkan prevalensi komorbiditas lebih tinggi, terutama PPOK (52,8%), dengan kavitas (30,6%) dan fibrosis perikavitas (19,4%) yang lebih rendah. Analisis bivariat menunjukkan kavitas (OR 18,182; p=0,000), fibrosis perikavitas (OR 33,143; p=0,000), dan penebalan pleura (OR 7,857; p=0,003) berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko APK, sedangkan PPOK (OR 0,514; p=0,001) menunjukkan hubungan negatif. Kesimpulan: Sebagian besar pasien merupakan laki-laki dewasa, perokok aktif, dengan status gizi underweight dan komorbiditas tersering PPOK, serta gejala utama berupa batuk. Temuan radiologis kavitas, fibrosis perikavitas, dan penebalan pleura meningkatkan risiko kejadian APK, sedangkan PPOK menunjukkan hubungan negatif. Fibrosis perikavitas merupakan faktor yang berhubungan secara independen dengan kejadian APK.

Item Type: Thesis (Spesialis)
Supervisors: dr. Fenty Anggrainy, Sp.P(K), FAPSR; dr. Deddy Herman, Sp.P(K), FCCP, FISR, FAPSR, MCH
Uncontrolled Keywords: Aspergilosis paru kronik; Penyakit paru; Tuberkulosis paru; bekas Tuberkulosis
Subjects: R Medicine > RZ Other systems of medicine
Divisions: Fakultas Kedokteran > Sp-1 Pulmologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi
Depositing User: Sp-1 Kedokteran Kedokteran
Date Deposited: 10 Jan 2026 07:08
Last Modified: 10 Jan 2026 07:08
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/516586

Actions (login required)

View Item View Item