Rizki, Fitri Amelia (2025) Faktor yang berhubungan dengan Kejadian Pneumonia Pascabronkoskopi di RS M Djamil Padang. Spesialis thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
COVER + ABSTRAK.pdf - Published Version Download (348kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
BAB 1.pdf - Published Version Download (231kB) |
|
|
Text (Bab 7 Kesimpulan dan Saran)
BAB 7.pdf - Published Version Download (203kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (230kB) |
|
|
Text (Full Text Tesis)
Full Text Tesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Latar belakang: Tindakan bronkoskopi termasuk prosedur yang relatif aman, namun dapat terjadi komplikasi tindakan berupa pneumonia. Pneumonia pascabronkoskopi memperburuk kondisi pasien, memperlama masa rawatan, dan meningkatkan mortalitas. Faktor yang menyebabkan terjadinya pneumonia pascabronkoskopi adalah usia tua, status merokok, lokasi kelainan yang terletak di sentral, prosedur pengambilan spesimen, kadar albumin serum yang rendah, dan jenis anestesi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pascabronkoskopi Metode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional secara retrospektif dilakukan pada pasien yang menjalani tindakan bronkoskopi di RS M Djamil Padang periode 1 Januari 2023 hingga 31 Desember 2024. Data bivariat dianalisis dengan menggunakan Pearson Chi-square dan variabel yang bermakna pada analisis bivariat (p<0,05) diuji lebih lanjut untuk dihitung odds ratio. Hasil Penelitian: Total 374 subjek penelitian masuk ke dalam kriteria inklusi, sebagian besar berjenis kelamin laki-laki (74,9%), usia <65 tahun (71,4%), tidak memiliki komorbid (55,1%), perokok (41,4%), lokasi kelainan di sentral (78,3%) dan lobus (38%). Sebanyak 37,2% menjalani pengambilan spesimen melalui bilasan bronkus, sikatan bronkus, dan biopsi. Prevalensi pasien yang mengalami pneumonia pascabronkoskopi sebesar 13,9%. Pneumonia pascabronkoskopi secara signifikan berkaitan dengan riwayat merokok (p=0,041; OR= 2,297), lokasi kelainan di bronkus utama (p=0,015; OR= 2,771), peningkatan SGOT (p=<0,001; OR=3,842) dan SGPT (p=0,043; OR=2,287), serta nilai albumin yang rendah (p=0,027; OR=2,242). Faktor independen terjadinya pneumonia pascabronkoskopi adalah peningkatan nilai SGOT (p=0,002; OR=3,374) dan kelainan di bronkus utama (p=0,037; OR=2,476). Kesimpulan: Faktor yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pascabronkoskopi mencakup perokok, lokasi kelainan di bronkus utama, penurunan albumin, peningkatan SGOT dan SGPT.
| Item Type: | Thesis (Spesialis) |
|---|---|
| Supervisors: | dr. Oea Khairsyaf, Sp.P (K), MARS, FISR, FAPSR ; dr. Dessy Mizarti, Sp.P (K), FISR |
| Uncontrolled Keywords: | bronkoskopi; pneumonia pascabronkoskopi; faktor risiko |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RC Internal medicine |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > Sp-1 Pulmologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi |
| Depositing User: | Sp-1 Kedokteran Kedokteran |
| Date Deposited: | 12 Jan 2026 04:36 |
| Last Modified: | 12 Jan 2026 04:39 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/516557 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric