FAKTOR RISIKO KEJADIAN LARINGOMALASIA PADA ANAK DENGAN STRIDOR INSPIRASI YANG DILAKUKAN FIBEROPTIC LARYNGOSCOPY DI RSUP DR M DJAMIL PADANG TAHUN 2019 SAMPAI 2023

KARINA, ASTARINI MUKHTI (2025) FAKTOR RISIKO KEJADIAN LARINGOMALASIA PADA ANAK DENGAN STRIDOR INSPIRASI YANG DILAKUKAN FIBEROPTIC LARYNGOSCOPY DI RSUP DR M DJAMIL PADANG TAHUN 2019 SAMPAI 2023. Spesialis thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (cover dan abstrak)
cover dan abstrak.pdf - Published Version

Download (176kB)
[img] Text (bab 1)
BAB I.pdf - Published Version

Download (187kB)
[img] Text (bab 7)
BAB VII.pdf - Published Version

Download (39kB)
[img] Text (daftar pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (195kB)
[img] Text (tesis full)
Tesis Karin Cetak.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Latar Belakang: Laringomalasia merupakan anomali kongenital saluran nafas tersering dan penyebab utama stridor inspirasi pada anak. Faktor risiko yang dilaporkan antara lain usia muda, jenis kelamin laki-laki, prematuritas, berat badan lahir rendah, malnutrisi, dan komorbiditas, seperti gangguan neurologis dan penyakit jantung kongenital. Metode: Penelitian ini merupakan studi retrospektif kasus–kontrol pada anak dengan stridor inspirasi berusia 1 bulan–5 tahun yang menjalani fiberoptic laryngoscopy (FOL) periode Januari 2019–Desember 2023. Sebanyak 36 kasus dan 72 kontrol telah dipilih secara acak. Data diperoleh dari rekam medis meliputi demografi, riwayat kelahiran, status gizi, usia gestasi, komorbiditas, serta luaran klinis. Analisis statistik dilakukan dengan uji chi-square/fisher serta perhitungan odds ratio (OR) dan confidence interval (CI) 95%. Hasil: Seratus delapan anak yang dilakukan FOL, 36 (33,3%) didiagnosis laringomalasia. Insiden meningkat dari tahun 2021-2023. Sebagian besar kasus berusia < 2 tahun (91,7%), laki-laki (61,1%), lahir cukup bulan (83,3%), berat badan normal (88,9%), gizi baik (44,4%), serta memiliki komorbiditas (94,4%). Luaran dari penelitian ini sebagian besar anak mendapatkan terapi konservatif (88,9%), hanya sebagian kecil anak dengan rawatan PICU >7 hari (19,44%) dan intubasi lama (11,1%), serta pneumonia berulang (38,9%). Tidak ditemukan hubungan signifikan (p > 0,05), meskipun terdapat kecenderungan risiko lebih tinggi pada usia < 2 tahun (OR 2,42), jenis kelamin laki-laki (OR 1,26), dan usia gestasi < 37 minggu (OR 2,20). Kesimpulan: Tidak ditemukan hubungan signifikan dalam penelitian ini. Usia < 2 tahun, lakilaki, dan usia gestasi < 37 minggu berpotensi menjadi faktor risiko. Studi multisenter dengan sampel yang lebih besar diperlukan untuk memvalidasi temuan ini.

Item Type: Thesis (Spesialis)
Supervisors: Dr. dr. Finny Fitry Yani, SpA, Subsp. Respi
Uncontrolled Keywords: Laringomalasia, stridor, faktor risiko, pediatri, fiberoptic laryngoscopy
Subjects: R Medicine > RJ Pediatrics
Divisions: Fakultas Kedokteran > Sp-1 Kesehatan Anak
Depositing User: Sp-1 Kedokteran Kedokteran
Date Deposited: 09 Jan 2026 02:51
Last Modified: 09 Jan 2026 02:51
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/516477

Actions (login required)

View Item View Item