Vanesa, Tri Ananda (2025) Hubungan Fatt Mass Index dengan Kadar Leptin pada Penyandang Obesitas. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
abstrak.pdf - Published Version Download (385kB) |
|
|
Text (Pendahuluan)
bab 1 pendahuluan.pdf - Published Version Download (390kB) |
|
|
Text (Penutup)
bab 7 penutup.pdf - Published Version Download (35kB) |
|
|
Text (Daftar pustaka)
daftar pustaka.pdf - Published Version Download (195kB) |
|
|
Text (Skripsi Fulltext)
Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Obesitas merupakan kondisi kronis yang ditandai oleh akumulasi lemak berlebih dalam tubuh dan berhubungan dengan gangguan metabolik. Salah satu adipokin penting yang berperan dalam regulasi energi dan nafsu makan adalah leptin. Peningkatan massa lemak tubuh dapat memengaruhi kadar leptin, namun masih terbatas penelitian yang menilai hubungan antara Fat Mass Index (FMI) dengan kadar leptin pada penyandang obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Fat Mass Index dengan kadar leptin pada penyandang obesitas. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain cross-sectional yang dilakukan di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada bulan September–Desember 2024. Sampel terdiri atas 44 penyandang obesitas yang dipilih dengan metode total sampling dari penelitian payung “Peranan Variasi Genetik terhadap Perubahan Antropometri, Massa Lemak, Rasio Leptin/Adiponektin dan Trigliserida pada Obesitas dengan Pemberian Diet Minangkabau.” Data FMI diperoleh melalui pengukuran komposisi tubuh menggunakan bioelectrical impedance analysis (BIA), sedangkan kadar leptin diukur menggunakan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson. Rerata Fat Mass Index subjek penelitian adalah 14,60 ± 3,9 kg/m², sedangkan rerata kadar leptin adalah 52,01 ± 25,74 ng/mL. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan terdapat hubungan positif yang bermakna antara Fat Mass Index dan kadar leptin (r = 0,508; p = 0,000). Hal ini menandakan bahwa semakin tinggi FMI, semakin tinggi pula kadar leptin dalam tubuh penyandang obesitas. Terdapat hubungan positif yang bermakna antara Fat Mass Index dengan kadar leptin pada penyandang obesitas dengan kekuatan korelasi sedang.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Almurdi, DMM, M.Kes |
| Uncontrolled Keywords: | Obesitas, Fat Mass Index, Leptin, Massa Lemak Tubuh |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran |
| Depositing User: | S1 Kedokteran Kedokteran |
| Date Deposited: | 12 Jan 2026 03:35 |
| Last Modified: | 12 Jan 2026 03:35 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/516473 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]