Putra, Eka Addinu (2010) Disparitas Pidana Bagi Pelaku Tindak Pidana Perkosaan Di Pengadilan Negeri Kelas 1A Padang. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Full Teks)
OK S1 Hukum 2010 Addinu Eka Putra 05140059.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Tindak pidana perkosaan banyak terjadi di lingkungan masya.rakat kita, iindak pidana perkosaan sangai nieresabkan masyarakak Cara penegakan bukum dan sanksi hukum dalam kenyataan sosial dan mengbukum pelaku tindak pidana scbagai gcjala sosiai tidak lepas dari kenyataan masyarakat. Maka, penegakan bukum pidana merupakan salab satu pengendalian terbadap kejabatan yang untuk diberantas atau sekurang- kurangnya di jaga agar bcrada dalam batasan tertentu. Sanksi pidana bagi pelaku tindak pidana perkosaan di atur dalam psal 2S5 KUHP. Hal tersebut memberikan laodasan bukum bagi mejelis hakim dalam memberikan sanksi pidana bagi pelaku tindak pidana perkos'aan. Sanksi tersebut dibarapkan memberikan efek jera kepada pelaku tindak pidana perkosaaan khususnya. Permasalaban yang di angkat dalam penelitian ini adalab: a).Apakah yang menjadi faktor disparitas pidana bagi pelaku tindak pidana perkosaan di Pengadilan Negeri KelasIA Padaog,b). bagaimanakab dampak terjadlnya disparitas bagi terpidana tindak pidana perkosaan c). Analisa kasus tindak pidana perkosaan. dengan mencliti praktek bukum di iapangan. Sifat penelitian berupa penelitian preskriptif yaitu mempelajari tujnan hukum, nilai>nilai keadilaui vaiiditas aturan bukum, konsep-konsep bukum dan norma-norma bukum. Hasil penelitian menunjukan dalam penerapan sanksi pidana perkosaan bagi tindak pidana perkosaan di Pcngadiian Negeri Kfas lA Padang, bersifat teori utUUarian dengan acuan " memandang ke depan " (forward looking). Yang mana pidana pada dasarnya merupakan tindakan prevensi umum di masa yang akan datang dengan landasan moral memperlakukan terpidana secara manusiawi. Putusan bakim dengan asas minimum makslmnm pidana, sanksi yang diberikan tidak ada yang melebibi dari ancaman huknman maksimal yang diatur dalam Undang-undang. Berbedanya sanksi pidana bagi pelaku tindak pidana perkosaan di Pengadilan Negeri Klas IA Padang, disebabkan oleb beberapa faktor,a). faktor yang melekat pada diri pelaku, b). Faktor yang bersumber dari diri bakim sendiri (faktor internal) diantaranya. c). Situasi di dalam masyarakat d). Faktor "gabungan perbuatan pidana" atau "smenloop" juga ikut mempengarubi bakim dalam menjatubkan putusan.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Apriwal Gusti, SH ; Yusrida, SH., MH |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > S1 Hukum |
| Depositing User: | Suci Rahmadani PKL UIN IB 2026 |
| Date Deposited: | 07 Jan 2026 04:05 |
| Last Modified: | 07 Jan 2026 04:05 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/516424 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric