Syofian, Meldi (2011) Pelaksanaan Penyidikan Tindak Pidana Kehutanan Oleh Penyidik Polri Di Wilayah Hukum Polres Padang Pariaman. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Full Text)
OK S1 Hukum 2011 Meldi Syofian 07140030.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Seiring perkembangan zaman dan semakin meningkatnya kebutuhan manusia, maka Kelestarian hutan mulai terganggu. Seperti kenyataan yang kita lihat maraknya kasus penebangan liar atau yang lebih dikenal dengan istilah “illegal logging”. Ketentuan tentang penyidikan terhadap kejahatan di bidang kehutanan dialur dalam Pasal 77 UU Kehutanan. Penyidikan merupakan tahap pemeriksaan permulaan oleh pejabat-pejabat yang ditunjuk oleh undang-undang setelah aJanya pelanggaran hukum. oleh karena dalam tahap penyidikan seseorang dapai ditentukan sebagai tersangka yang dapat dikenakan sanksi Pidana atau tidak. Pelaksanaan penyidikan sangat penting dalam menanggulangi tindak pidana kehutanan dan menjaring para pelaku tindak pidana kehutanan. Dalam penelitian ini mencoba melihat pelaksanaan penyidikan tindak pidana kehutanan oleh penyidik Polri di wilayah hulcum Polres Padang Pariaman, kendala-kendala yang ditemui dalam pelaksanaan penyidikan tindak pidana kehutanan oleh penyidik PoIri, dan upaya yang akan dilakukan oleh penyidik Polri untuk mengatasi kendala yang ditemui dalam pelaksanaan penyidikan tindak pidana kehutanan. Metode yang digunakan adalah yuridis sosiologis. yaitu metode pendekatan yang digunakan dengan melihat norma hukum dan peraiuran dikaitkan dengan praktek dilapangan. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penyidik Polri secara umum sudah melaksanakan penyidikan tindak pidana kehutanan dengan baik, ini dilihat dari tahun 2009-2011 sekarang hanya 27 kasus illegal logging. Kendala yang ditemui dalam penyidikan yaitu masih kurangnya sarana dan prasarana, masih kurangnya partisipasi masyarakat dalam upaya pelaksanaan penyidikan, luas wilayah tidak seimbang dengan jumlah personil Polri, banyak terdapat perbedaan nresepsi batas sepadan antara tanah ulayat dengan iiutan Negara serta tempat atau medan magnet yang sulit untuk ditempuh. Upaya yang dilakukan untuk mengatasai kendala tersebut lebih mengintensifkan koordinasi dengan aparat penegak hukum terkait dan kegiatan patroli bersama dikawasan yang tingkat illegal logging nya tinggi dan memberikan keyakinan dan perlindungan hukum kepada masyarakat agar dapat berpatisipasi dengan aparat penyidik Polri dalam membantii pelaksanaan penyidikan tindak pidana illegal logging. Maka dari itu diharapkan penyidik Polri lebih meningkatkan kinerjanya untuk mengurangi adanya tindak pidana ini, dengan adanya pembinaan dan peiatihan yang lebih baik sehingga penyidik Polri terhindar dari kendala kendala yang ada selama ini.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Dr. Teguh Sulistia, SH, M.Hum ; Yoserwan, SH, MH, LLM. |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > S1 Hukum |
| Depositing User: | Zahra Oktaviani PKL UIN IB 2026 |
| Date Deposited: | 07 Jan 2026 03:45 |
| Last Modified: | 07 Jan 2026 03:45 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/516414 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric