Tanggapan Fisiologi dan Agronomi Bibit Aren (Arenga pinnata Merr.) terhadap Pemberian Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) Pada Tanah Pasca Tambang Batu Bara

Apriani, Riza Olinfia (2025) Tanggapan Fisiologi dan Agronomi Bibit Aren (Arenga pinnata Merr.) terhadap Pemberian Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) Pada Tanah Pasca Tambang Batu Bara. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
COVER DAN ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (459kB)
[img] Text (BAB I Pendahuluan)
BAB I.pdf - Published Version

Download (436kB)
[img] Text (BAB V Kesimpulan dan Saran)
BAB V.pdf - Published Version

Download (312kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (661kB)
[img] Text (Skripsi_Full_Riza Olinfia Apriani_2110241030)
SKRIPSI_FULL_RIZA OLINFIA APRIANI_2110241030.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Tanah pasca tambang batu bara umumnya memiliki kesuburan rendah, kandungan hara terbatas, dan pH masam, sehingga menghambat pertumbuhan tanaman. Salah satu upaya perbaikannya adalah melalui aplikasi Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) yang berperan dalam meningkatkan penyerapan hara dan toleransi tanaman terhadap kondisi stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian FMA terhadap karakter fisiologi dan agronomi bibit aren (Arenga pinnata Merr.) pada tanah pasca tambang batu bara serta menentukan dosis optimalnya. Penelitian dilaksanakan di lahan pembibitan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) satu faktor, yaitu dosis FMA (0 g, 150 g, dan 300 g/polybag) dengan lima ulangan. Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%. Analisis korelasi antarvariabel dilakukan menggunakan RStudio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian FMA berpengaruh nyata terhadap karakter fisiologi dan agronomi bibit aren. Dosis 300 g/polybag memberikan hasil terbaik pada parameter aktivitas nitrat reduktase, kadar klorofil, kadar air jaringan, serta pertumbuhan tinggi, jumlah daun, diameter batang, luas daun, bobot kering tajuk dan akar. FMA juga meningkatkan pH tanah, menurunkan kadar aluminium, dan memperbaiki ketersediaan unsur hara makro. Korelasi antarvariabel memperlihatkan keterkaitan erat antara fisiologi, agronomi, dan kolonisasi mikoriza dalam mendukung akumulasi biomassa. Dengan demikian, aplikasi FMA dosis 300 g/polybag direkomendasikan sebagai perlakuan optimal untuk meningkatkan efisiensi fisiologi dan karakter agronomi bibit aren pada tanah pasca tambang batu bara.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Prof. Dr. Ir. Aswaldi Anwar., MS; Muhammad Parikesit Wisnubroto, S.P., M.Sc.
Uncontrolled Keywords: Agronomi; aren; fisiologi; fungi mikoriza arbuskula; tanah pasca tambang batu bara
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian > S1 Agroekoteknologi
Depositing User: S1 Agroekoteknologi Agroekoteknologi
Date Deposited: 07 Jan 2026 07:08
Last Modified: 07 Jan 2026 07:08
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/516287

Actions (login required)

View Item View Item