Eksplorasi Potensi Ekstrak Biji Kapulaga Jawa (Amomum compactum) Sebagai Terapi Kanker Kolorektal Melalui Mekanisme Induksi Apoptosis dan Penghambatan Proliferasi : Studi In Silico

Maulana, Rafi (2025) Eksplorasi Potensi Ekstrak Biji Kapulaga Jawa (Amomum compactum) Sebagai Terapi Kanker Kolorektal Melalui Mekanisme Induksi Apoptosis dan Penghambatan Proliferasi : Studi In Silico. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
E-Skripsi_Rafi Maulana Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (2MB)
[img] Text (Bab 1 (Pendahuluan))
E-Skripsi_Rafi Maulana Bab 1.pdf - Published Version

Download (295kB)
[img] Text (Bab 7 (Penutup))
E-Skripsi_Rafi Maulana Bab 7.pdf - Published Version

Download (274kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
E-Skripsi_Rafi Maulana Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (228kB)
[img] Text (Skripsi full text)
E-Skripsi_Rafi Maulana.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Kanker kolorektal (KKR) merupakan kanker dengan kasus dan angka mortalitas yang tinggi. Saat ini, efikasi pengobatan yang rendah, resistensi obat yang tinggi masih menjadi tantangan dalam menghadapi KKR. Mengatasi hal tersebut, biji kapulaga (Amomum compactum) berpotensi untuk menjadi agen terapi multitarget kanker kolorektal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis farmakokinetik potensi Senyawa Ekstrak Biji Kapulaga Jawa yang ditinjau dari segi absorpsi, distribusi, metabolisme, ekskresi, lipinski rule of five, toksisitas, alergenisitas, dan molecular docking sebagai agen penginduksi apoptosis dan penghambat proliferasi KKR secara in silico. Dua puluh tiga Senyawa Ekstrak Biji Kapulaga Jawa diskrining menggunakan webserver SwissADME, Protox3.0, dan ChAlPred. Kemudian struktur 3D protein BCL-2, CASP3, GEFR, dan senyawa lolos skrining divisualisasi serta dilakukan molecular docking menggunakan software (Molecular Operating Environment) MOE. Enam Belas senyawa dinyatakan baik secara farmakokinetik, non toksik, dan non alergen. Pada jalur induksi apoptosis, Senyawa Ekstrak Biji Kapulaga Jawa belum mampu menghambat BCL-2 karena afinitas ikatannya belum mampu bersaing dengan ligan alaminya, namun berpotensi mengaktivasi CASP3 dengan senyawa 21 diprediksi paling berpotensi karena memiliki nilai afinitas ikatan terkuat yakni -8,3836 kkal/mol. Senyawa 21 juga membentuk 2 interaksi yang sama dengan ligan alami yakni ArgB2017 dan SerB205. Pada penghambatan proliferasi melalui penghambatan EGFR senyawa 13 memiliki nilai afinitas ikatan -9,6741 kkal/mol, jauh lebih kuat daripada ligan alami, dan membentuk 1 interaksi yang sama dengan ligan alami pada residu asam amino Lys745. Kesimpulan penelitian ini Senyawa ekstrak biji kapulaga mempunyai potensi besar sebagai agen anti-KKR karena mampu menginduksi apoptosis aktivasi CASP3 dan menghambat proliferasi menghambat EGFR secara in silico.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Dessy Arisanty, S.Si, M.Sc; Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc
Uncontrolled Keywords: Ekstrak biji kapulaga; kanker kolorektal; toksisitas; alergenisitas; molecular docking.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
R Medicine > RZ Other systems of medicine
Divisions: Fakultas Kedokteran
Depositing User: S1 Kedokteran Kedokteran
Date Deposited: 30 Dec 2025 07:12
Last Modified: 30 Dec 2025 07:12
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/516200

Actions (login required)

View Item View Item