Hubungan Antara Tingkat Stres dan Gejala Klinis Pasien Sindrom Dispepsia pada Usia Produktif di Rumah Sakit Universitas Andalas Tahun 2025

Yulson, Fatimah Azzahra (2025) Hubungan Antara Tingkat Stres dan Gejala Klinis Pasien Sindrom Dispepsia pada Usia Produktif di Rumah Sakit Universitas Andalas Tahun 2025. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
1_ Cover dan abstrak.pdf - Published Version

Download (310kB)
[img] Text (Bab 1 (Pendahuluan))
2_Bab 1 Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (254kB)
[img] Text (Bab 7 (Penutup))
3_Bab 7 Penutup.pdf - Published Version

Download (131kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Untitled Notebook 1 1.pdf - Published Version

Download (431kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
5_Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Sindrom dispepsia merupakan sekumpulan gejala, seperti nyeri epigastrium, rasa penuh pasca makan, dan rasa cepat kenyang, yang sering dikaitkan dengan faktor psikologis, khususnya stres. Individu usia produktif memiliki risiko stres yang tinggi akibat tekanan akademik, pekerjaan, dan tuntutan sosial, sehingga rentan mengalami keluhan sindrom dispepsia. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara tingkat stres dan gejala klinis sindrom dispepsia pada usia produktif di Rumah Sakit Universitas Andalas tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan potong lintang. Sampel sebanyak 106 responden dipilih secara konsekutif sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Gejala klinis diidentifikasi menggunakan kuesioner R4DQ (adaptasi Bahasa Indonesia kuesioner Rome IV) dan tingkat stres diukur dengan DASS-42. Analisis hubungan dilakukan dengan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa gejala klinis yang paling sering dilaporkan adalah rasa penuh pasca makan (66%), rasa cepat kenyang (56,6%), dan nyeri epigastrium (36,8%). Mayoritas responden mengalami stres tingkat ringan hingga sedang (77,4%). Terdapat hubungan bermakna antara tingkat stres dan gejala klinis sindrom dispepsia, terutama nyeri epigastrium (p = 0.000), rasa penuh pasca makan (p = 0.005), dan rasa cepat kenyang (p = 0.036). Kesimpulannya, gejala klinis rasa penuh pasca makan paling sering ditemukan pada pasien usia produktif dengan sindrom dispepsia, mayoritas pasien mengalami stress ringan hingga sedang, dan terdapat hubungan antara stres dan gejala klinis sindrom dispepsia.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. dr. Arina Widya Murni,Sp.PD-KPPM,M.Kes.,FINASIM; dr. Tuti Handayani, Sp. Rad (K)
Uncontrolled Keywords: Sindrom Dispepsia, Gejala Klinis, Stres, Usia Produktif
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RC Internal medicine
Divisions: Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran
Depositing User: S1 Kedokteran Kedokteran
Date Deposited: 29 Dec 2025 04:31
Last Modified: 29 Dec 2025 04:31
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/516181

Actions (login required)

View Item View Item