Putra, Muhammad Rizki Yerilwan (2025) Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Fungsi Paru pada Remaja Perokok di Sekolah Menengah Kejuruan Kota Padang. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (438kB) |
|
|
Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
BAB I Pendahuluan.pdf - Published Version Download (288kB) |
|
|
Text (BAB 7 PENUTUP)
BAB VII PENUTUP.pdf - Published Version Download (268kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (251kB) |
|
|
Text (Skripsi FullText)
Skripsi FullText.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Sebagian besar perokok memulai perilaku merokoknya saat remaja yang merupakan fase penting pertumbuhan fungsi paru. Data terbaru menunjukkan pergeseran usia pertama kali merokok menjadi kelompok usia remaja yang lebih muda, yang akan meningkatkan lamanya paparan asap rokok sehingga memicu kerusakan jaringan paru kronis dan penurunan fungsi paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan yang memengaruhi fungsi paru pada remaja perokok di SMK Kota Padang. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan pendekatan potong lintang yang dilaksanakan dari bulan Desember 2024 hingga bulan November 2025. Sampel penelitian diperoleh dengan metode consecutive sampling dengan kriteria inklusi yaitu perokok konvensional berusia 12-19 tahun dari tiga SMK. Partisipan mengisi kuesioner terkait karakteristik merokok dan ketergantungan nikotin yang diukur dengan kuesioner MFTQ versi bahasa Indonesia. Pengukuran IMT menggunakan kurva WHO 2007. Fungsi paru diukur dengan spirometer (Spirolab MIR) dengan hasil z-score menggunakan referensi GLI-South East Asia. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat dengan regresi linear berganda. Terdapat 42 partisipan yang memenuhi kriteria penelitian. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas remaja perokok memiliki orang tua yang merokok (85,7%), usia pertama kali merokok 10-14 tahun (40,5%), durasi merokok 2-4 tahun (38,0%), jumlah konsumsi rokok kurang dari 5 batang per hari (57,1%), tidak ketergantungan nikotin (54,8%), dan IMT normal (66,7%). Rerata nilai z-score parameter fungsi paru adalah -1,0367 ± 0,49565 untuk VEP1, 0,0587 ± 0,79439 untuk KVP, dan -1,5066 ± 0,72405 untuk rasio VEP1/KVP. Durasi merokok berhubungan signifikan dengan VEP1 (p=0,006) dan KVP (p=0,032). IMT berhubungan dengan KVP (p=0,0005) dan rasio VEP1/KVP (p=0,001). Rasio VEP1/KVP juga berhubungan dengan status merokok orang tua (p=0,035). IMT merupakan faktor dominan yang memengaruhi KVP (p=0,0005, B=0,642) dan rasio VEP1/KVP (p=0,0005, B=-0,539). VEP1 dipengaruhi oleh durasi merokok. KVP dipengaruhi oleh durasi merokok dan IMT, dengan faktor dominan IMT. Rasio VEP1/KVP dipengaruhi oleh status merokok orang tua dan IMT, dengan faktor dominan IMT.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. dr. Finny Fitry Yani, Sp.A(K); dr. Fika Tri Anggraini M.Sc, Ph.D |
| Uncontrolled Keywords: | fungsi paru; remaja perokok; karakteristik merokok; ketergantungan nikotin; indeks massa tubuh |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran |
| Depositing User: | S1 Kedokteran Kedokteran |
| Date Deposited: | 05 Jan 2026 02:15 |
| Last Modified: | 05 Jan 2026 02:15 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/516178 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]