Hubungan Tingkat Stres Dengan Fungsi Short Term Memory Pada Mahasiswa Tahun Pertama Program Studi Kedokteran Universitas Andalas

Andini, Dwi (2025) Hubungan Tingkat Stres Dengan Fungsi Short Term Memory Pada Mahasiswa Tahun Pertama Program Studi Kedokteran Universitas Andalas. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Abstrak.pdf - Published Version

Download (355kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (154kB)
[img] Text (Bab 7 Penutup)
Bab 7 Penutup.pdf - Published Version

Download (112kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (218kB)
[img] Text (Skripsi full text)
Skripsi Full Text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Mahasiswa memiliki tanggung jawab yang kompleks dalam menjalani perkuliahan seperti tuntutan akademik yang dapat menciptakan tekanan yang berpotensi memicu stres. Stres berpengaruh terhadap berlangsungnya pemrosesan memori di otak. Mahasiswa yang mengalami stres menyebabkan terjadinya penurunan fungsi short term memory. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat stres dengan fungsi short term memory pada mahasiswa tahun pertama Program Studi Kedokteran Universitas Andalas. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan metode analitik observasional menggunakan data primer sebanyak 153 subjek. Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS-21) untuk tingkat stres dan Digit Span Test untuk fungsi short term memory. Data yang di peroleh kemudian dianalisis dengan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan fungsi short term memory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak (15,7%) 24 orang tahun pertama Program Studi Kedokteran Universitas Andalas memiliki tingkat stres ringan, (28,1%) 43 orang memiliki tingkat stres sedang, (15,7%) 24 orang memiliki tingkat stres berat, (5,9%) 9 orang memiliki tingkat stres sangat berat, (98,0%) 150 orang memiliki fungsi short term memory subtest forward baik, (94,1%) 144 orang memiliki fungsi short term memory subtest backward baik, dan tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan fungsi short term memory pada pemeriksaan digit span test forward (p=0,962) dan digit span test backward (p=0,932). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak adanya hubungan signifikan secara statistik antara tingkat stres dengan fungsi short term memory pada mahasiswa tahun pertama Program Studi Kedokteran Universitas Andalas.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: dr. Fika Tri Anggraini, M.Sc, Ph.D; dr. Taufik Ashal, Sp.KJ
Uncontrolled Keywords: tingkat stres; fungsi short term memory; DASS-21;digit span test; mahasiswa tahun pertama
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Depositing User: S1 Kedokteran Kedokteran
Date Deposited: 23 Dec 2025 07:44
Last Modified: 23 Dec 2025 07:44
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/516138

Actions (login required)

View Item View Item