Husni, Afdalul (2025) Analisis Perbandingan Indeks Fasial dan Indeks Nasal pada Suku Aceh dan Minangkabau. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (359kB) |
|
|
Text (BAB 1 Pendahuluan)
BAB 1 Pendahuluan.pdf - Published Version Download (240kB) |
|
|
Text (BAB 7 Penutup)
BAB 7 Penutup.pdf - Published Version Download (219kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (183kB) |
|
|
Text (Tugas Akhir Full Text)
Tugas Akhir Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Antropometri merupakan ilmu yang mempelajari pengukuran dan proporsi tubuh manusia. Analisis bentuk wajah dan hidung melalui indeks fasial dan indeks nasal menjadi metode penting untuk mengungkap variasi morfologi antar populasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kedua indeks tersebut pada suku Aceh dan Minangkabau serta menegaskan variasi morfologi yang bermanfaat dalam identifikasi sekunder forensik. Selain itu, kedua indeks ini juga berperan dalam bidang kedokteran gigi dan bedah, terutama untuk perencanaan ortodonti, rekonstruksi wajah, dan prosedur estetik yang memerlukan pemahaman proporsi kraniofasial yang tepat. Penelitian ini menggunakan desain analitik numerik tidak berpasangan dengan pendekatan potong lintang berbasis data primer dan dianalisis menggunakan uji Independent Sample T-Test. Hasil menunjukkan bahwa kedua suku memiliki kecenderungan morfologi yang serupa, dengan bentuk wajah yang sama-sama didominasi oleh hyperleptoprosop pada suku Aceh (38,3%) dan Minangkabau (48,3%). Bentuk hidung yang paling umum pada keduanya juga sama, yaitu mesorrhine, masing-masing 48,3% pada Aceh dan 45,0% pada Minangkabau. Meskipun demikian, pada uji statistik terdapat perbedaan signifikan pada indeks fasial antar suku (p = 0,010), sedangkan indeks nasal tidak menunjukkan perbedaan signifikan (p = 0,470). Simpulannya, terdapat variasi morfologi wajah yang bermakna antara suku Aceh dan Minangkabau, sementara karakteristik hidung relatif serupa. Temuan ini menegaskan bahwa analisis antropometri, khususnya indeks fasial, dapat memberikan kontribusi relevan dalam membantu menentukan variasi morfologi antara kedua suku serta mendukung aplikasi klinis di bidang kedokteran gigi dan bedah yang membutuhkan pemahaman mendalam mengenai proporsi kraniofasial
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. dr. Citra Manela, Sp.FM; dr. Muhammad Iqbal, Sp.B |
| Uncontrolled Keywords: | Antropometri; indeks fasial; indeks nasal; suku Aceh; suku Minangkabau |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1001 Forensic Medicine. Medical jurisprudence. Legal medicine |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran |
| Depositing User: | S1 Kedokteran Kedokteran |
| Date Deposited: | 18 Dec 2025 03:04 |
| Last Modified: | 18 Dec 2025 03:04 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/515998 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric