Nelisna, Mardia (2014) Studi Komunikasi Kesebatan Pemerintah Kota Padang Dalam Pencegahan dan Penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD). S2 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Skripsi Full Text)
S2 Pascasarjana 2014 Ilmu Komunikasi 2014 Mardia Nelisna 122085020.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
Kota Padang merupakan daerah endemis DBD. Puskesmas Belimbing adalah puskesmas dengan kasus DBD terbanyak pada tahun 2013. Hal ini memerlukan penanganan berupa upaya pencegahan dan penanggulangan. Komunikasi merupakan hal penting dalam menangani DBD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses komunikasi kesehatan (komunikator, pesan, dan media yang digunakan) Pemerintah Kota Padang dalam pencegahan dan penanggulangan DBD serta mengetahui efek komunikasi kesehatan yang telah dilakukan. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi Harold Laswell dan komunikasi persuasif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang didukung oleh metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data adalah wawancara mendalam, observasi terlibat, dan pengisian kuesioner (untuk metode kuantitatif). Wawancara mendalam dilakukan pada dari lima orang informan, terdiri dari Kabid PSDM dan Kasie Promkes dan PSM Dinas Kesehatan Kota, Pimpinan Puskesmas Belimbing, Petugas Promkes dan Petugas Pengelola DBD Puskesmas Belimbing. Untuk penelitian kuantitatif dengan mengisi kuesioner pada 56 responden dengan kriteria pasien/keluarga pasien DBD di wilayah kerja Puskesmas Belimbing yang telah berusia 15 tahun ke atas. Analisa data menggunakan metode Miles dan Hubberman untuk penelitian kualitatif dan distribusi frekuensi serta tabel silang untuk metode kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan puskesmas sebagai pelaksana komunikasi kesehatan. Komunikator sudah memenuhi kriteria komunikator yang efektif. Pesan yang disampaikan bersifat informatif, edukatif dan persuasif. Pesan sudah memenuhi kriteria argumentatif, jelas, berurutan dan bisa dimengerti, namun belum disampaikan secara lengkap dan konsisten. Media yang digunakan dalam komunikasi kesehatan masih terbatas pada leaflet, slide dan infocus. Jumlah leaflet sangat sedikit, tidak sesuai dengan banyaknya jumlah sasaran. Komunikasi kesehatan yang dilakukan cukup efektif dimana komunikasi memberikan pemahaman dan mempengaruhi sikap warga.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Dr. H. Afhzal, MA ; Dr. Asmawi, MS |
| Uncontrolled Keywords: | Komunikasi Kesehatan, DBD, Komunikasi Persuasif, Promosi Kesehatan. |
| Subjects: | H Social Sciences > HE Transportation and Communications |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S2 Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | Pustakawan Marne Dardanellen |
| Date Deposited: | 11 Nov 2025 03:45 |
| Last Modified: | 11 Nov 2025 03:45 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/515597 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]