PERBEDAAN KADAR ASAM URAT DAN ASYMMETRIC DIMETHYLARGININE SERUM SEBELUM DAN SESUDAH PENGGUNAAN STATIN HIGH INTENSITY PADA PASIEN CORONARY ARTERY DISEASE

ANNISA, UL HUSNI (2025) PERBEDAAN KADAR ASAM URAT DAN ASYMMETRIC DIMETHYLARGININE SERUM SEBELUM DAN SESUDAH PENGGUNAAN STATIN HIGH INTENSITY PADA PASIEN CORONARY ARTERY DISEASE. Spesialis thesis, UNIVERSITAS ANDALAS.

[img] Text (cover da abstrak)
cover dan abstrak (2).pdf - Published Version

Download (115kB)
[img] Text (bab 1)
BAB 1 (1).pdf - Published Version

Download (172kB)
[img] Text (bab 7)
BAB 7.pdf - Published Version

Download (31kB)
[img] Text (daftar pustaka)
DAFTAR PUSTAKA (2).pdf - Published Version

Download (222kB)
[img] Text (thesis full)
thesis dr. Annisa Ul Husni.pdf - Updated Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Latar Belakang: Penyakit arteri koroner (CAD) merupakan penyebab utama mortalitas kardiovaskular di seluruh dunia. Asam urat dan asymmetric dimethylarginine (ADMA) telah diidentifikasi sebagai biomarker risiko kardiovaskular independen yang berperan dalam patogenesis aterosklerosis melalui induksi disfungsi endotel dan stres oksidatif. Statin intensitas tinggi, selain efek penurunan kolesterol, memiliki efek pleiotropik yang berpotensi memengaruhi kadar kedua biomarker tersebut. Metode: Penelitian analitik dengan desain one group pretest-posttest dilakukan terhadap 26 pasien CAD di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Januari-Maret 2025. Subjek penelitian dipilih secara consecutive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Kadar asam urat dan ADMA serum diukur sebelum dan setelah 12 minggu pemberian atorvastatin 40 mg. Analisis statistik menggunakan uji t berpasangan dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Karakteristik subjek menunjukkan dominasi laki-laki (65,4%), rerata usia 58 tahun, dan IMT rata-rata 23,1 kg/m². Kadar asam urat serum menurun signifikan dari 6,08±1,16 mg/dL menjadi 4,94±1,06 mg/dL (p<0,001). Kadar ADMA menurun signifikan dari 278,62±120,85 ng/mL menjadi 190,94±101,73 ng/mL (p=0,002) setelah 12 minggu terapi atorvastatin 40 mg. Kesimpulan: Pemberian statin intensitas tinggi selama 12 minggu efektif menurunkan kadar asam urat dan ADMA serum secara signifikan pada pasien CAD. Temuan ini mendukung peran pleiotropik statin dalam modifikasi biomarker risiko kardiovaskular di luar efek penurunan lipid, yang berpotensi memberikan manfaat tambahan dalam pencegahan progresivitas aterosklerosis. Kata kunci: asam urat, ADMA, statin intensitas tinggi, penyakit arteri koroner, atorvastatin

Item Type: Thesis (Spesialis)
Supervisors: dr. Taufik Rizkian Asir, Sp.PD-KKV, FINASIM
Uncontrolled Keywords: asam urat, ADMA, statin intensitas tinggi, penyakit arteri koroner, atorvastatin
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine
Divisions: Fakultas Kedokteran > Sp-1 Penyakit Dalam
Depositing User: s2 Program Pendidikan Dokter Spesialis
Date Deposited: 29 Aug 2025 09:14
Last Modified: 29 Aug 2025 09:14
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/507656

Actions (login required)

View Item View Item