Nutari, Hasbi (2025) FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN WAKTU KONVERSI SPUTUM DAN HUBUNGANNYA DENGAN LUARAN PENGOBATAN TUBERKULOSIS PARU RESISTEN OBAT DENGAN REGIMEN JANGKA PENDEK DI SUMATERA BARAT. Spesialis thesis, Universitas Andalas.
![]() |
Text (Cover dan Abstract)
01. Cover dan Abstract.pdf - Published Version Download (169kB) |
![]() |
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf - Published Version Download (105kB) |
![]() |
Text (BAB 7)
03. BAB 7.pdf - Published Version Download (97kB) |
![]() |
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (123kB) |
![]() |
Text (Tesis Full text)
Tesis Full text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (26MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Tuberkulosis paru resisten obat (TB-RO) merupakan tantangan besar kesehatan masyarakat, khususnya di Indonesia termasuk Sumatera Barat. Penerapan terapi regimen jangka pendek untuk TB-RO bertujuan meningkatkan kepatuhan pasien, mengurangi efek samping, dan mempercepat pemulihan. Penelitian ini bertujuan menilai faktor-faktor yang memengaruhi konversi sputum pasien TB-RO yang diberikan terapi regimen jangka pendek di Sumatera Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik potong lintang dengan pendekatan retrospektif pada pasien TB-RO yang terdaftar dalam Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) antara tahun 2020 hingga 2024. Kriteria inklusi: Pasien usia ≥ 18 tahun dan pasien TB-RO dengan data lengkap di SITB. Kriteria eksklusi: Pasien TB-RO yang meninggal atau putus berobat dalam 3 bulan pertama terapi dengan hasil sputum yang belum mengalami konversi. Hasil: Ditemukan total 97 pasien TB-RO dengan terapi regimen jangka pendek. Karakteristik dasar pasien usia ≤ 45 tahun dan > 45 tahun relatif sebanding. Sebagian besar pasien berjenis kelamin laki-laki 63 (64,9%), status gizi kurang 57 (58,8%), dan menikah 57 (58,8%). Komorbiditas ditemukan pada 42 (42,3%) pasien, dengan sepertiga memiliki satu komorbiditas, paling sering diabetes melitus 18 (18,6%). Lebih dari setengah pasien memiliki riwayat pengobatan TB 56 (57,1%) dan mayoritas tidak menunjukkan adanya kavitas 70 (72,2%), tidak mengalami reaksi obat yang merugikan 50 (51,5%), mengalami konversi sputum dalam ≤ 3 bulan 72 (74,2%), dan luaran pengobatan berhasil 61 (62,9%). Faktor yang secara signifikan memengaruhi konversi sputum adalah usia (p=0,004; OR=6,875) dan status gizi (p=0,038; OR=3,976). Waktu konversi sputum ≤3 bulan secara signifikan berhubungan dengan keberhasilan terapi (p<0,001; OR=14,00). Kesimpulan: Usia dan status gizi merupakan faktor utama yang memengaruhi waktu konversi sputum. Konversi sputum ≤3 bulan berkorelasi kuat dengan luaran pengobatan yang berhasil.
Item Type: | Thesis (Spesialis) |
---|---|
Supervisors: | dr. Dewi Wahyu Fitrina, Sp.P (K), FISR; DR. dr. Masrul Basyar, Sp.P (K), FISR, FAPSR |
Uncontrolled Keywords: | Tuberkulosis resisten obat; Konversi sputum; Regimen jangka pendek |
Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine |
Divisions: | Fakultas Kedokteran > Sp-1 Pulmologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi |
Depositing User: | s2 Program Pendidikan Dokter Spesialis |
Date Deposited: | 29 Aug 2025 09:23 |
Last Modified: | 29 Aug 2025 09:23 |
URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/507627 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |