Edward, Hafizha Recka (2025) Hubungan Kadar HbA1c dengan Derajat Fungsi Ginjal pada Penderita Nefropati Diabetik di RSUP Dr. M. Djamil Padang. S1 thesis, Universitas Andalas.
![]() |
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf Download (353kB) |
![]() |
Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf Download (251kB) |
![]() |
Text (Bab 7 Penutup)
Bab 7 Penutup.pdf Download (193kB) |
![]() |
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (221kB) |
![]() |
Text (Skripsi full text)
Skripsi_Hafizha Recka Edward_Fulltext.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Nefropati diabetik merupakan komplikasi mikrovaskular pada diabetes melitus tipe 2 (DMT2) yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal progresif. Kadar HbA1c mencerminkan kontrol glikemik jangka panjang dan diduga berhubungan dengan penurunan fungsi ginjal. Penelitian ini dilakukan di RSUP Dr. M. Djamil Padang, rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat, untuk mengetahui hubungan kadar HbA1c dengan derajat fungsi ginjal pada penderita nefropati diabetik di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini menggunakan desain analitik cross-sectional dengan data rekam medis tahun 2023. Sampel dipilih menggunakan teknik simple random sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi dan diperoleh 65 sampel. Variabel yang diteliti meliputi kadar HbA1c (%) dan estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR, mL/min/1,73m²) yang dihitung dengan rumus CKD-EPI. Sebelum dilakukan analisis, data ditransformasi logaritma untuk memenuhi asumsi normalitas. Analisis bivariat menggunakan uji Pearson correlation Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar subjek berusia >40 tahun dan berjenis kelamin laki-laki. Rerata kadar HbA1c adalah 7,19±1,41% dan rerata eGFR 11,21±5,91 mL/min/1,73m². Berdasarkan klasifikasi KDIGO, 78% responden berada pada kategori gagal ginjal dan 22% pada kategori sangat menurun. Uji Pearson correlation menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara kadar HbA1c dan derajat fungsi ginjal (p=0,838; r=-0,026). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara kadar HbA1c dan derajat fungsi ginjal pada penderita nefropati diabetik di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Mayoritas pasien berada pada stadium gagal ginjal dan berjenis kelamin laki-laki. Pemantauan fungsi ginjal dan kontrol glikemik tetap penting untuk mencegah progresivitas penyakit.
Item Type: | Thesis (S1) |
---|---|
Supervisors: | Prof. Dr. Eti Yerizel, MS |
Uncontrolled Keywords: | HbA1c, eGFR, nefropati diabetik, diabetes melitus tipe 2, fungsi ginjal |
Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
Divisions: | Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran |
Depositing User: | S1 Pendidikan Kedokteran |
Date Deposited: | 27 Aug 2025 06:49 |
Last Modified: | 27 Aug 2025 06:49 |
URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/506037 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |