Islami, Muhammad Farid (2025) Pengaruh Indeks Pembangunan Gender, Pertumbuhan Ekonomi, dan Tingkat Pengangguran dan Kemiskinan di Indonesia. S1 thesis, Universitas Andalas.
![]() |
Text (Cover & Abstrak)
Cover & Abstrak W4-2025-M.Farid Islami-2010512032-Plagiat3 (1).pdf - Published Version Download (262kB) |
![]() |
Text (BAB 1)
BAB 1 W4-2025-M.Farid Islami-2010512032.pdf - Published Version Download (362kB) |
![]() |
Text (BAB V)
BAB V W4-2025-M.Farid Islami-2010512032-Plagiat3.pdf - Published Version Download (311kB) |
![]() |
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka W4-2025-M.Farid Islami-2010512032-Plagiat3.pdf - Published Version Download (252kB) |
![]() |
Text
W4-2025-M.Farid_Islami-2010512032-Plagiat3[1.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Seiring Penelitian ini menganalisis pengaruh kesetaraan gender, pertumbuhan ekonomi, dan tingkat pengangguran terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia menggunakan data panel 34 provinsi periode 2014–2024. Data sekunder diperoleh dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) dan instansi terkait. Variabel dependen adalah tingkat kemiskinan, variabel independen adalah Indeks Pembangunan Gender (IPG), sedangkan pertumbuhan ekonomi dan tingkat pengangguran digunakan sebagai variabel kontrol. Analisis dilakukan dengan regresi data panel melalui pendekatan Common Effect, Fixed Effect, dan Random Effect, dengan pemilihan model terbaik berdasarkan Uji Chow dan Uji Hausman, serta uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IPG berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan, dengan koefisien -63,44042 (p-value 0,000), yang berarti setiap kenaikan IPG sebesar 1 poin menurunkan tingkat kemiskinan sebesar 63,44 poin, ceteris paribus. Pertumbuhan ekonomi juga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan, dengan koefisien -2,179697 (p-value 0,000), di mana kenaikan pertumbuhan ekonomi 1% menurunkan kemiskinan sebesar 2,18 poin. Sebaliknya, tingkat pengangguran terbuka berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan, dengan koefisien 0,152149 (p-value 0,001), artinya setiap kenaikan TPT 1% meningkatkan kemiskinan sebesar 0,15 poin. Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa peningkatan kesetaraan gender dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dapat menurunkan kemiskinan, sedangkan tingginya pengangguran menjadi faktor pendorong meningkatnya kemiskinan di Indonesia.
Item Type: | Thesis (S1) |
---|---|
Supervisors: | Delfia Tanjung Sari, S.E., M.Si, Ph.D |
Uncontrolled Keywords: | kesetaraan gender, pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran terhadap tingkat kemiskinan. |
Subjects: | H Social Sciences > HB Economic Theory H Social Sciences > HC Economic History and Conditions H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman |
Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis > S1 Ekonomi |
Depositing User: | S1 Ekonomi Ekonomi |
Date Deposited: | 28 Aug 2025 02:35 |
Last Modified: | 28 Aug 2025 02:35 |
URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/506025 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |