Lauri, Esa Trisfa (2025) Status C-Organik dan Unsur Hara (N, P, K) pada Tanah Sawah Pasca Banjir Bandang di Nagari Duku Utara Kecamatan Koto XI Tarusan. S1 thesis, Universitas Andalas.
![]() |
Text (Cover dan Abstrak)
Cover+Abstrak.pdf - Published Version Download (102kB) |
![]() |
Text (BAB I (Pendahuluan))
BAB I (Pendahuluan).pdf - Published Version Download (115kB) |
![]() |
Text (BAB V)
BAB Akhir.pdf - Published Version Download (70kB) |
![]() |
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (133kB) |
![]() |
Text (Skripsi Full Text)
SKRIPSI FULL TEXT ESA.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Lahan sawah di Indonesia umumnya berada di dataran aluvial yang subur karena kaya akan bahan organik dan mineral sehingga sangat potensial untuk budidaya padi. Namun, keberadaan sawah di dataran aluvial juga meningkatkan kerentanannya terhadap banjir bandang, seperti yang terjadi di Nagari Duku Utara, Kecamatan Koto XI Tarusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh banjir bandang terhadap status C-organik dan unsur hara makro utama (N, P, K) pada tanah sawah pasca banjir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei dengan sistem pengambilan sampel secara systematic random sampling pada tanah sawah terdampak banjir bandang dan tanah sawah tidak terdampak banjir bandang. Parameter yang diamati meliputi pH tanah, kadar C-organik, nitrogen total (N-total), fosfor total (P-total), fosfor tersedia (P-tersedia), kalium tersedia (K-tersedia), dan kalium total (K-total). Hasil penelitian menunjukkan bahwa banjir bandang menyebabkan pH tanah menjadi masam hingga sangat masam (3,87–4,90), kandungan C-organik tergolong rendah (1,26%–1,88%), N-total rendah (0,09%–0,23%), C/N rendah hingga tinggi (8,30-21,96), P-tersedia rendah (5,11 ppm–5,54 ppm), P-total rendah (15,36 mg/100 g–17,65 mg/100 g), K-tersedia rendah (0,16 mg/100 g–0,29 mg/100 g), dan K-total rendah (14,00 mg/100 g–18,21 mg/100 g). Sementara itu, pada tanah sawah yang tidak terdampak banjir, pH tanah masam (4,78–5,38), C-organik sedang (2,14%–2,64%), N-total sedang (0,25%–0,32%), rasio C/N rendah (8,20–9,86), P-tersedia sedang (8,30–8,93 ppm), P-total sedang (23,13–27,42 mg/100 g), K-tersedia sedang (0,44–0,49 mg/100 g), dan K-total sedang (21,22–28,05 mg/100 g). Secara umum, tanah sawah pasca banjir bandang menunjukkan penurunan kesuburannya dibandingkan dengan tanah sawah yang tidak terdampak banjir. Sawah yang terkena banjir kesuburannya cenderung rendah.
Item Type: | Thesis (S1) |
---|---|
Supervisors: | Prof. Dr. Ir. Hermansah, MS., M.Sc; Prof. Dr. Ir. Azwar Rasyidin, M. Agr |
Uncontrolled Keywords: | Flash flood; Macronutrients; Organic carbon; Rice field; Soil fertility |
Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
Divisions: | Fakultas Pertanian > S1 Ilmu Tanah |
Depositing User: | s1 ilmu tanah |
Date Deposited: | 26 Aug 2025 06:40 |
Last Modified: | 26 Aug 2025 06:40 |
URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/505593 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |