Perbandingan Kadar SGOT dan SGPT serta Optimalisasi Dosis Parasetamol dan N-Asetilsistein (NAC) pada Kerusakan Hati Akut Mencit Galur ddY: Studi Komparatif dengan Mencit Galur BALB/c

Nurjanah, Umy Fitri (2025) Perbandingan Kadar SGOT dan SGPT serta Optimalisasi Dosis Parasetamol dan N-Asetilsistein (NAC) pada Kerusakan Hati Akut Mencit Galur ddY: Studi Komparatif dengan Mencit Galur BALB/c. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
abstrak.pdf - Published Version

Download (419kB)
[img] Text (BAB 1 Pendahuluan)
BAB 1 Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (505kB)
[img] Text (BAB 7 Penutup)
BAB 7 Penutup.pdf - Published Version

Download (304kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (372kB)
[img] Text (Skripsi Full text)
Skripsi Full Text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Parasetamol diketahui dapat menyebabkan kerusakan hati akut apabila dikonsumsi secara berlebihan, N-Asetilsistein (NAC) berperan dalam meningkatkan kadar glutation untuk mencegah kerusakan oksidatif. Penelitian ini menggunakan mencit galur BALB/c dan ddY; galur BALB/c umum digunakan dalam studi imunologi, sementara galur ddY memiliki variasi genetik yang mendekati manusia, sehingga menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Tujuan penelitian adalah untuk membandingkan kadar enzim SGOT dan SGPT pada mencit BALB/c dan ddY yang diinduksi dengan parasetamol, serta mengevaluasi efektivitas dan dosis optimal parasetamol sebagai agen penginduksi kerusakan hati akut dan NAC sebagai agen hepatoprotektif pada galur ddY. Penelitian ini menggunakan desain post-test only control group, 27 mencit dibagi dalam kelompok kontrol dan perlakuan. Kelompok BALB/c diberi parasetamol 200 mg/kg BB, ddY menerima parasetamol 200 dan 600 mg/kg BB, dan kelompok lainnya diberi NAC 250 dan 500 mg/kg BB. Kadar SGOT dan SGPT dianalisis dengan metode IFCC dan diuji statistik menggunakan welch ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan signifikan (p<0,05) kadar SGOT dan SGPT antara galur BALB/c dan ddY. Pemberian parasetamol pada dosis 200 dan 600 mg/kg BB terbukti secara signifikan (p<0,05) meningkatkan kadar SGOT dan SGPT serta menyebabkan kerusakan hati akut pada mencit galur ddY, dengan efek toksik yang lebih kuat pada dosis tinggi, sementara kombinasi dengan N-Asetilsistein (NAC) pada dosis 250 dan 500 mg/kg BB mampu menurunkan kadar SGOT dan SGPT secara signifikan pada galur ddY.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. dr. Noza Hilbertina, M.Biomed, Sp.PA, Subsp.D.H.B(K); Dr. phil. nat. apt. Tri Yuliani, M.Biomed
Uncontrolled Keywords: BALB/c; ddY; N-asetilsistein (NAC); Parasetamol; SGOT; SGPT.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Fakultas Kedokteran > S1 Ilmu Biomedis
Depositing User: s1 biomedik kedokteran
Date Deposited: 26 Aug 2025 05:18
Last Modified: 26 Aug 2025 05:18
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/505549

Actions (login required)

View Item View Item