ANALISIS DISTRIBUSI TEGANGAN DAN DESAIN TULANGAN RIB FONDASI KONSTRUKSI SARANG LABA – LABA (KSLL) DENGAN PENDEKATAN METODE WINKLER

Kurnia, Akbar (2025) ANALISIS DISTRIBUSI TEGANGAN DAN DESAIN TULANGAN RIB FONDASI KONSTRUKSI SARANG LABA – LABA (KSLL) DENGAN PENDEKATAN METODE WINKLER. S2 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak_.pdf - Published Version

Download (655kB)
[img] Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
BAB 1 PENDAHULUAN.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB 5 PENUTUPAN)
BAB 5 PENUTUPAN.pdf - Published Version

Download (489kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (521kB)
[img] Text (Tesis Full)
Tesis Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (30MB) | Request a copy

Abstract

Konstruksi Sarang Laba-Laba (KSLL) merupakan fondasi dangkal dengan desain menyerupai sarang laba-laba, yang menggabungkan fondasi plat beton pipih menerus dan sistem perbaikan tanah untuk menghasilkan struktur dengan kekakuan tinggi. Meskipun telah banyak penelitian mengenai kapasitas dan daya dukung fondasi KSLL, belum ada kajian yang menggunakan metode Winkler untuk menganalisis sebaran tegangan dan menentukan desain tulangan rib fondasi KSLL. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran tegangan yang terjadi pada rib-rib fondasi KSLL menggunakan metode Winkler dan menentukan desain tulangannya. Metode Winkler mempresentasikan tanah pendukung fondasi sebagai elemen pegas tunggal dengan nilai modulus reaksi tanah dasar (Ks). Penelitian ini menggunakan tiga jenis tanah (lunak, sedang, dan keras) dan tiga variasi dimensi penghubung rib/kolom (30×30 cm, 50×50 cm, dan 80×80 cm). Pemodelan fondasi KSLL menggunakan aplikasi analisis struktur untuk mengetahui sebaran tegangan yang terjadi pada rib-rib fondasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Ks meningkat seiring dengan bertambahnya konsistensi tanah. Tegangan normal tertinggi terjadi pada tanah lunak, diikuti tanah sedang, dan terendah pada tanah keras, dengan rasio tegangan antara tanah lunak dan tanah keras berkisar 1,5 hingga 3,0. Variasi ukuran kolom menunjukkan tren penurunan terhadap pengurangan tegangan normal meskipun penurunan yang tegangan yang terjadi relatif kecil. Pada analisis tegangan geser, tanah lunak mengalami tegangan tertinggi, diikuti tanah sedang dan tanah keras, dengan rasio tegangan geser antara tanah lunak dan keras berkisar 1,4 - 2,0 pada tumpuan dan 1,6 - 1,9 pada lapangan. Peningkatan ukuran kolom dari 30×30 cm menjadi 80×80 cm menghasilkan penurunan tegangan geser pada area tumpuan, menunjukkan bahwa peningkatan kekakuan kolom dapat mendistribusikan gaya geser lebih efektif. Desain tulangan menunjukkan bahwa jumlah tulangan pokok bertambah seiring bertambahnya tegangan normal. Jumlah maksimal tulangan pokok untuk satu rib terjadi pada tanah lunak (7 - 8 buah), tanah sedang (6 buah), dan tanah keras (5 - 6 buah). Jarak tulangan geser cenderung berkurang dengan bertambahnya tegangan geser dan dimensi kolom, dengan jarak terkecil terjadi pada tanah lunak (110 mm), diikuti tanah sedang (150 mm), dan tanah keras (260 mm).

Item Type: Thesis (S2)
Supervisors: Dr.Ir. Andriani, S.T., M.T; Prof. Ir. Abdul Hakam, M.T., Ph.D.
Uncontrolled Keywords: Konstruksi Sarang Laba-Laba; metode Winkler; modulus reaksi tanah dasar; sebaran tegangan; desain tulangan
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TH Building construction
Divisions: Fakultas Teknik > S2 Teknik Sipil
Depositing User: s2 teknik sipil
Date Deposited: 26 Aug 2025 05:00
Last Modified: 26 Aug 2025 05:28
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/505462

Actions (login required)

View Item View Item