PERLINDUNGAN KAUM TERHADAP ORANG YANG MALAKOK DI NAGARI SUNGAI RUMBAI TIMUR STUDI KASUS: ORANG JAWA

Zahara, Alya (2025) PERLINDUNGAN KAUM TERHADAP ORANG YANG MALAKOK DI NAGARI SUNGAI RUMBAI TIMUR STUDI KASUS: ORANG JAWA. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (COVER DAN ABSTRAK)
cover dan abstrak.pdf - Published Version

Download (57kB)
[img] Text (BAB I PENDAHULUAN)
bab 1 Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (338kB)
[img] Text (BAB IV PENUTUP)
bab iv.pdf - Published Version

Download (30kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
daftar pustaka.pdf - Published Version

Download (156kB)
[img] Text (SKRIPSI FULL)
full alya sah watermar.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini mengkaji sistem perlindungan yang diberikan kaum terhadap orang Jawa yang malakok ke dalam struktur kekerabatan masyarakat Minangkabau di Nagari Sungai Rumbai Timur, Kabupaten Dharmasraya. Malakok merupakan sistem pembauran pendatang yang memberikan identitas suku dan pengakuan sebagai bagian dari kaum. Di nagari ini terdapat 120 orang etnis Jawa yang telah malakok ke dalam tujuh suku, dengan suku Caniago menjadi tujuan malakok terbanyak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis perlindungan dari kaum terhadap orang Jawa yang malakok dan nilai-nilai adat yang menjadi landasan pemberian perlindungan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi terlibat, dan studi dokumen. Informan penelitian terdiri dari 13 orang yang dibagi menjadi dua kategori: informan pelaku sebanyak 7 orang meliputi ketua ForKAN, pemimpin kaum, penghulu suku, manti nagari, dubalang, dan bundo kanduang; serta informan pengamat sebanyak 6 orang yaitu pendatang Jawa yang telah malakok dengan lama tinggal bervariasi antara 5-11 tahun. Penelitian ini menggunakan teori fungsionalisme struktural, khususnya konsep fungsi latensi Talcott Parsons yang diinterpretasikan oleh Paul Johnson untuk memahami nilai-nilai yang memotivasi anggota kaum memberikan perlindungan kepada pendatang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang Jawa yang malakok memperoleh empat jenis perlindungan dari anggota kaum. Pertama, perlindungan ekonomi berupa akses tanah kaum, bantuan modal "pitih pangka" tanpa bunga, dan jaringan pemasaran hasil kebun. Kedua, perlindungan identitas yang memungkinkan mereka mempertahankan tradisi budaya Jawa sambil berintegrasi dengan adat Minangkabau. Ketiga, bantuan tenaga dalam acara penting seperti baralek dan pemakaman. Keempat, perlindungan emosional melalui sistem "induak" (ibu angkat) yang membantu adaptasi dan mengatasi kerinduan kampung halaman. Penelitian juga menemukan nilai-nilai adat yang mendasari perlindungan tersebut, yaitu nilai "suku badunsanak" yang memandang orang Jawa sebagai dunsanak (saudara), nilai "alam takambang jadi guru" yang mengajarkan keterbukaan terhadap keberagaman, nilai "raso jo pareso" sebagai landasan empati, serta nilai "adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah" yang menjadikan perlindungan sebagai kewajiban spiritual dan moral.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Prof. Dr. Afrizal, M.A Dra. Nini Anggraini, M.Pd
Uncontrolled Keywords: Integrasi Budaya, Malakok, Perlindungan Suku
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Sosiologi
Depositing User: s1 sosiologi sosiologi
Date Deposited: 22 Aug 2025 07:06
Last Modified: 22 Aug 2025 07:06
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/504806

Actions (login required)

View Item View Item