Fajri Rusmadi, Maulana (2025) Alasan Anak Penjual Jamu Gendong tidak melanjutkan Pekerjaan Orang Tua di Kelurahan Jati Kecamatan Padang Timur Kota Padang. S1 thesis, Universitas Andalas.
![]() |
Text (COVER DAN ABSTRAK)
COVER DAN ABSTRAK FAJRI.pdf - Published Version Download (121kB) |
![]() |
Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
BAB 1 PENDAHULUAN FAJRI.pdf - Published Version Download (164kB) |
![]() |
Text (BAB IV PENUTUP)
BAB IV PENUTUP FAJRI.pdf - Published Version Download (49kB) |
![]() |
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA FAJRI.pdf - Published Version Download (54kB) |
![]() |
Text (SKRIPSI FULL TEXT)
SKRIPSI FULL TEXT FAJRI.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Jamu gendong merupakan warisan budaya Indonesia yang telah dijalankan secara turun-temurun oleh komunitas perantau Jawa di Kelurahan Jati, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang. Namun, terjadi fenomena perpindahan pekerjaan antar generasi dimana anak-anak penjual jamu gendong memilih profesi berbeda dari orang tua mereka, seperti menjadi PNS, guru, perawat, dan pegawai bank. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi alasan anak penjual jamu gendong memilih pekerjaan lain dan tidak melanjutkan pekerjaan orang tua mereka sebagai penjual jamu gendong di Kelurahan Jati. Pergeseran pilihan profesi ini mencerminkan perubahan orientasi karier generasi muda yang lebih mengutamakan stabilitas ekonomi, prestise sosial, dan jaminan masa depan yang lebih baik dibandingkan dengan melanjutkan tradisi usaha jamu gendong yang dianggap kurang menjanjikan dalam era modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Informan penelitian terdiri dari 6 keluarga penjual jamu gendong yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teori pilihan rasional Coleman untuk memahami proses pengambilan keputusan generasi muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak penjual jamu memilih pekerjaan lain karena beberapa faktor: pendapatan yang tidak stabil, pekerjaan yang berat dan melelahkan secara fisik, keinginan mendapatkan pekerjaan dengan kondisi lebih baik, jaminan hari tua yang memadai, dan dukungan penuh dari orang tua. Ironisnya, para orang tua justru mendorong anak-anak untuk tidak melanjutkan usaha jamu karena menginginkan kehidupan yang lebih baik bagi generasi penerus. Fenomena ini mencerminkan keberhasilan alasan sosial vertikal dimana pendidikan yang dibiayai dari hasil usaha jamu berhasil membuka akses ke pekerjaan formal yang lebih stabil dan bergengsi, meskipun mengancam kelestarian tradisi jamu gendong.
Item Type: | Thesis (S1) |
---|---|
Supervisors: | Dr. Jendrius, M. Si |
Uncontrolled Keywords: | Alasan, Pekerjaan dan Jamu Gendong |
Subjects: | H Social Sciences > HM Sociology |
Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Sosiologi |
Depositing User: | s1 sosiologi sosiologi |
Date Deposited: | 22 Aug 2025 01:01 |
Last Modified: | 22 Aug 2025 01:01 |
URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/504474 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |