Aulia, Fikri (2025) Pengaruh Durasi Pemolesan dengan Teknik Two-Step Polishing terhadap Kekasaran Permukaan Resin Komposit Nanohybrid. S1 thesis, Universitas Andalas.
![]() |
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (348kB) |
![]() |
Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Published Version Download (319kB) |
![]() |
Text (Bab 6 Penutup)
Bab 6 Penutup.pdf - Published Version Download (302kB) |
![]() |
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (277kB) |
![]() |
Text (Skripsi Full Text)
Skripsi Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Latar belakang: Resin komposit nanohybrid merupakan bahan restoratif yang banyak digunakan karena memiliki sifat estetika dan mekanik yang baik. Salah satu faktor penting dalam keberhasilan restorasi adalah permukaan akhir yang halus, yang dapat dicapai melalui proses pemolesan. Teknik two-step polishing menawarkan metode yang lebih efisien dalam menghasilkan permukaan yang halus, namun durasi pemolesan optimal untuk mencapai kekasaran permukaan minimal masih belum jelas. Tujuan: Mengetahui pengaruh durasi pemolesan dengan teknik two-step polishing terhadap kekasaran permukaan resin komposit nanohybrid. Metode: Sebanyak 15 sampel resin komposit nanohybrid Filtek Z250 XT berbentuk cakram (diameter 6 mm, tebal 2 mm) dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan durasi pemolesan: 10 detik, 20 detik, dan 30 detik. Pemolesan dilakukan menggunakan alat Diacomp Plus Twist, dan kekasaran permukaan diukur dengan Surface Roughness Tester SJ-301. Data dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA dan Post-Hoc LSD. Hasil: Terdapat perbedaan signifikan antar kelompok (p = 0,003). Kelompok pemolesan 30 detik memiliki rata-rata kekasaran permukaan terendah (0,418 ± 0,127 µm), diikuti oleh kelompok 20 detik (0,628 ± 0,221 µm), dan 10 detik (0,914 ± 0,177 µm). Uji Post-Hoc menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok 10 dan 30 detik (p < 0,001) serta antara kelompok 10 dan 20 detik (p = 0,027), tetapi tidak antara kelompok 20 dan 30 detik (p = 0,089). Kesimpulan: Durasi pemolesan yang lebih lama menggunakan teknik two-step cenderung menurunkan kekasaran permukaan resin komposit nanohybrid secara signifikan.
Item Type: | Thesis (S1) |
---|---|
Supervisors: | drg. Dedi Sumantri, MDSc; drg. Reno Wiska Wulandari, M.Biomed |
Uncontrolled Keywords: | resin komposit nanohybrid, durasi pemolesan, two-step polishing, kekasaran permukaan |
Subjects: | R Medicine > RK Dentistry |
Divisions: | Fakultas Kedokteran Gigi > S1 Kedokteran Gigi |
Depositing User: | s1 pendidikan dokter gigi |
Date Deposited: | 26 Aug 2025 07:36 |
Last Modified: | 26 Aug 2025 07:36 |
URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/504258 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |