Alasan Sebagian Korban Terdampak Bencana Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi Menolak Untuk Direlokasi (Studi Di Nagari Bukik Batabuah Kecamatan Canduang Kabupaten Agam)

Jannah, Zahratul (2025) Alasan Sebagian Korban Terdampak Bencana Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi Menolak Untuk Direlokasi (Studi Di Nagari Bukik Batabuah Kecamatan Canduang Kabupaten Agam). S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
COVER DAN ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (62kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (474kB)
[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version

Download (41kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (172kB)
[img] Text (SKRIPSI FULL TEXT)
SKRIPSI FULL TEXT.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk menangani bencana banjir lahar dingin adalah relokasi, pemerintah menyediakan fasilitas untuk masyarakat yang terdampak bencana banjir lahar dingin jika ingin direlokasi. Meskipun pemerintah telah berusaha merelokasi masyarakat ke lokasi yang lebih aman, dan menyediakan fasilitas untuk korban, masih ada beberapa keluarga yang menolak untuk pindah. Penolakan ini mencerminkan kompleksitas masalah yang tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik, tetapi juga aspek sosial budaya, dan sosial ekonomi. Pertanyaan penelitian ini adalah apa alasan korban terdampak bencana banjir lahar dingin menolak melakukan relokasi. Tujuannya untuk mendeskripsikan latar belakang sosial, budaya dan ekonomi kehidupan korban yang terdampak bencana serta mendeskripsikan alasan korban terdampak bencana banjir lahar dingin menolak melakukan relokasi kolektif dan relokasi mandiri. Teori yang digunakan tindakan sosial dengan tipe tindakan rasional instrumental Max Weber yang berorientasi pada tindakan yang memiliki arti, tujuan dan motif aktor. Penggunaan teori ini dikarenakan setiap individu memiliki tujuan dan maksud tertentu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Informan penelitian dipilih dengan teknik purposive dan pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam dan pengumpulan dokumen. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa alasan korban menolak melakukan relokasi kolektif dan relokasi mandiri yaitu: (1) Khawatir akan kehilangan kepemilikan aset, tanah dan lahan yang sudah dimiliki jika harus pindah ke daerah yang baru. (2) Kehilangan hubungan sosial yang erat antar sesama dan rasa kebersamaan yang tinggi dengan lingkungan sekitar. (3) Merupakan penduduk asli Nagari Bukik Batabuah dan sudah terikat secara emosional dengan kampung halaman, rumah dan makam leluhur dan tidak ingin meninggalkan tempat yang dianggap bersejarah tersebut. (4) Kekhawatiran tentang menjalin hubungan sosial dengan masyarakat dan lingkungan yang baru. (5) Kekhawatiran tentang kehidupan ekonomi karena pekerjaan korban yang bergantung dengan lokasi tempat tinggal sekarang. (6) Khawatir tentang pendidikan anak mereka dan bagaimana fasilitas kesehatan di tempat yang baru. (7) Masih memiliki keraguan terkait fasilitas dan masa depan ekonomi di tempat relokasi, meskipun masyarakat sudah diberikan sosialisasi dan penawaran tertentu.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Drs. Rinaldi Eka Putra, M.Si; Dra. Nini Anggraini, M.Pd
Uncontrolled Keywords: Alasan; Bencana; Korban; Menolak; Relokasi
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Sosiologi
Depositing User: s1 sosiologi sosiologi
Date Deposited: 15 Aug 2025 02:56
Last Modified: 15 Aug 2025 02:56
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/502866

Actions (login required)

View Item View Item