Wini, Agnia (2025) Makna Pemimpin Politik Instan Menurut Pemilih Pemula : Studi Kasus Mahasiswa Hukum Universitas Andalas. S2 thesis, Universitas Andalas.
![]() |
Text (Cover dan Abstrak)
cover & abstrack.pdf - Published Version Download (177kB) |
![]() |
Text (Pendahuluan)
pendahuluan.pdf - Published Version Download (369kB) |
![]() |
Text (Penutup)
penutup.pdf - Published Version Download (131kB) |
![]() |
Text (Daftar Pustaka)
daftar pustaka.pdf - Published Version Download (178kB) |
![]() |
Text (Tesis Full)
Tesis Wini Agnia finished upload.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena pemimpin yang diangkat ke posisi strategis tanpa memiliki pengalaman yang memadai dan tidak mengikuti proses kaderisasi dalam dunia politik. Hal ini terjadi karena adanya dukungan kuat dari lingkungan keluarga maupun kerabat dekat yang mempermudah jalan seseorang menduduki jabatan kepemimpinan, terlepas dari rekam jejak dan kapasitas politik yang dimilikinya. Salah satu contoh nyata dari fenomena tersebut adalah terpilihnya Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam waktu yang relatif singkat sejak ia bergabung sebagai anggota partai. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna pemimpin instan menurut pemilih pemula studi kasus mahasiswa hukum Universitas Andalas. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori interaksionisme simbolik yang dikemukakan oleh Herbert Blumer. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, proses pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan studi dokumen. Unit analisis pada penelitian ini adalah unit analisis individu, yaitu mahasiswa yang menjadi pemilih pemula dalam pemilu. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa hukum Universitas Andalas memaknai pemimpin instan sesuai dengan tiga premis teori interaksionisme simbolik Herbert Blumer, yaitu (1) mahasiswa hukum memaknai pemimpin instan sebagai pemimpin yang tidak memiliki latar belakang politik, tidak melalui proses yang seharusnya, memiliki koneksi orang dalam, serta terbantu oleh popularitas. (2) proses interaksi sosial mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Andalas berdasarkan interaksi dengan dosen, teman, keluarga dan di media sosial. Proses tersebut terjadi di media dan lingkungan sosial informan yang mempengaruhi pemaknaan mereka terhadap pemimpin politik instan.
Item Type: | Thesis (S2) |
---|---|
Supervisors: | Dr. Bob Alfiandi M.Si Prof. Dr. Afrizal MA |
Uncontrolled Keywords: | Makna, Mahasiswa, Pemimpin Instan |
Subjects: | H Social Sciences > HM Sociology |
Depositing User: | s2 sosiologi sosiologi |
Date Deposited: | 13 Aug 2025 07:38 |
Last Modified: | 13 Aug 2025 07:38 |
URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/502515 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |