Pola dan Tren Cerai Gugat Perempuan Mandailing: Kasus Cerai Gugat di Pengadilan Agama Panyabungan Mandailing Natal Sumatera Utara pada tahun 2019-2023

Shabily, Muhammad Achsan (2025) Pola dan Tren Cerai Gugat Perempuan Mandailing: Kasus Cerai Gugat di Pengadilan Agama Panyabungan Mandailing Natal Sumatera Utara pada tahun 2019-2023. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover & Abstrak)
Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (527kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (701kB)
[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version

Download (282kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (304kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Angka cerai gugat lebih tinggi jika dibandingkan dengan cerai talak terjadi di Kabupaten Mandailing Natal pada tahun 2019-2023. Hal ini menarik karena Kabupaten Mandailing Natal didominasi oleh etnis Mandailing yang memiliki sistem kekerabatan patrilineal. Sistem kekerabatan patrilineal di dalam etnis Mandailing ditandai dengan penarikan garis keturunan melalui ayah, tempat tinggal yang patrilokal dan praktik pernikahan jujur. Sistem kekerabatan yang patrilineal memungkinkan kondisi tingginya budaya patriarki. Dalam budaya yang patriarki seharusnya angka cerai gugat cenderung kecil karena perempuan menjadi dependen dan janda memiliki stigma yang amat negatif. Faktanya kuantitas cerai gugat 2,4 kali lebih tinggi jika dibandingkan dengan cerai talak. Pertanyaan penelitian dalam penelitian ini adalah faktor-faktor struktural apa yang berhubungan dengan pola dan tren cerai gugat perempuan Mandailing. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan pola dan tren cerai gugat perempuan Mandailing dalam kurun waktu 2019-2023. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori fakta sosial Emile Durkheim yang memberikan perspektif tentang hubungan antara pola dan tren cerai gugat dengan faktor struktural. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif tipe analisis data sekunder. Data sekunder yang diteliti adalah putusan Pengadilan Agama dalam perkara cerai gugat yang telah memperoleh keputusan tetap pada tahun 2019-2023. Populasi pada penelitian ini sebanyak 1.349 populasi dengan penarikan jumlah sampel menggunakan tabel Isaac dan Michael dengan total sampel sebanyak 279. Pada penelitian ini peneliti juga menggunakan teknik proporsional random sampling dan systematic random sampling. Hasil analisis dalam penelitian ini ditemukan bahwa terdapat pola dan tren yang dominan dalam cerai gugat perempuan Mandailing yaitu usia ketika bercerai dominan diatas 34 tahun, usia ketika menikah dominan dibawah 21 tahun dan tingkat pendidikan dominan SMA/SMK. Jenis pekerjaan dominan ibu rumah tangga, tempat tinggal setelah menikah dominan patrilokal dan durasi pernikahan dominan kurang dari lima tahun. Putusan sidang dominan verstek, dominan memiliki satu anak, durasi pisah rumah dominan kurang dari dua tahun dan dominan pernah dimediasi oleh keluarga. Kondisi pernikahan sebelum perceraian dan alasan utama yang dominan adalah permasalahan ekonomi. Selain itu, terdapat hubungan antara pola dan tren dengan teori fakta sosial Emile Durkheim.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Jendrius M.Si
Uncontrolled Keywords: Patterns and trends; Divorce Lawsuit; Mandailing Women; Gender
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Sosiologi
Depositing User: s1 sosiologi sosiologi
Date Deposited: 12 Aug 2025 04:58
Last Modified: 12 Aug 2025 04:58
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/502326

Actions (login required)

View Item View Item