Analisis Non-Voting pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat Tahun 2015 di Kota Padang Panjang

Candra, Bin Ismed (2019) Analisis Non-Voting pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat Tahun 2015 di Kota Padang Panjang. Masters thesis, Universitas Andalas.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (491kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I PENDAHULUAN)
BAB I PENDAHULUAN.pdf - Published Version

Download (244kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB VI)
BAB VI KESIMPULAN.pdf - Published Version

Download (206kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (205kB) | Preview
[img] Text (Thesis Full Text)
Thesis Full Text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Tingginya angka golput di Padang Panjang pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat Tahun 2015 yang mencapai angka 53,53% menjadi preseden buruk bagi proses demokrasi yang sedang berkembang dan akan menggerus legimatisi pejabat atau penguasa yang akan menjalankan suatu pemerintahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alasan-alasan yang menjadi penyebab terjadinya perilaku non-voting. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggambarkan dan mempolarisasi alasan-alasan pemilih golput serta faktor yang menjadi penyebab pemilih tidak menggunakan hak pilihnya. Teknik pengambilan informan dilakukan dalam dua tahapan Pertama, untuk menentukan wilayah sampel menggunakan teknik purposive berbasis kelurahan dengan menarik data tingkatan nonvoter tertinggi sampai yang terendah. Kedua, daerah yang didapatkan tadi, diambil kembali sampelnya dengan sistem snowball. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa menurut informan, non-voting di Kota Padang Panjang, dilihat dari beberapa faktor, yaitu 1) faktor psikologis nonvoter memiliki kepribadian yang cenderung apatis dan sebagian ada anomi dan alienasi dengan ciri kepribadian toleran dan tidak otoriter. Kelompok apatis lebih kepada nonvoter yang memiliki tingkat pendidikan tinggi dan menengah sendangkan kelompok tingkat pendidikan sedang dan rendah memiliki orientasi kepribadian anomi dan alienasi; 2) faktor sistem politik, didorong oleh ketidakpuasan nonvoter terhadap sistem pemilu khususnya sistem proporsional dibanding sistem distrik; 3) faktor kepercayaan politik, sebagian besar nonvoter tidak percaya bahkan ada terhadap proses dan hasil penyelenggaraan pilkada; dan 4) faktor status sosial ekonomi, didominasi oleh kalangan terdidik. Kesimpulan tesis ini, dari empat faktor tersebut di atas, faktor sistem politik menjadi lebih dominan dibanding faktor yang lain.

Item Type: Thesis (Masters)
Primary Supervisor: Prof. Dr. Sri Zul Chairiyah, M.A
Uncontrolled Keywords: Pemilihan Kepala Daerah, Non-Voting
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
J Political Science > JC Political theory
Divisions: Pascasarjana (Tesis)
Depositing User: s2 ilmu komunikasi
Date Deposited: 14 Aug 2019 14:53
Last Modified: 14 Aug 2019 14:53
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/49409

Actions (login required)

View Item View Item