Gambaran Reaksi Kusta dan Tingkat Kecacatan pada Penderita Kusta di RSUP DR. M. Djamil Padang Periode 1 Januari 2014 - 31 Oktober 2018

Febri, Anriyani (2019) Gambaran Reaksi Kusta dan Tingkat Kecacatan pada Penderita Kusta di RSUP DR. M. Djamil Padang Periode 1 Januari 2014 - 31 Oktober 2018. Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
CoverdanAbstrak.pdf - Published Version

Download (410kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf - Published Version

Download (609kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 6)
BAB 6.pdf - Published Version

Download (163kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSAKA.pdf - Published Version

Download (741kB) | Preview
[img] Text (Fulltext)
Skripsi Febri Anriyani - FK 2015 - 1510312095.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (24MB)

Abstract

Penyakit kusta adalah penyakit menular yang termasuk dalam penyakit tropis yang diabaikan. Kusta dapat menyebabkan reaksi inflamasi dan kecacatan. Reaksi kusta dan kecacatan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti usia, jenis kelamin, tipe kusta, dan waktu mengkonsumsi MDT. Penilaian terhadap reaksi dan kecacatan merupakan ukuran terkontrol penyakit kusta. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran reaksi kusta dan tingkat kecacatan pada penderita kusta di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif retrospektif. Sampel dari penelitian ini adalah 57 pasien baru kusta yang sedang berobat di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Dr. M. Djamil pada Januari 2014-Oktober 2018. Instrumen dari penelitian ini merupakan data rekam medik. Reaksi tipe 2 merupakan tipe reaksi yang sering muncul (36,84%). Mayoritas adalah laki-laki (40,35%) dengan rentang usia -29 tahun (33,30%). Kusta tipe BL merupakan tipe yang sering mengalami reaksi (38,60%) dengan neuritis sebagai gejala klinis yang sering muncul (38,60%). Reaksi kusta sering muncul saat pasien sedang mengkonsumsi MDT (52,9%). Terdapat pasien baru kusta yang datang dengan kecacatan (56,2%). Mayoritas penderita cacat merupakan laki-laki (64,9%) dengan rentang usia 15-29 tahun (33,3%). Tipe BL merupakan yang paling dominan mengalami cacat (47,6%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa masih terdapat pasien kusta yang mengalami reaksi dan kecacatan. Mengenali dan mengobati reaksi kusta penting untuk mengurangi beban kecacatan pada penderita kusta. Kata kunci: Reaksi kusta, kecacatan

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: dr. Rina Gustia, Sp.KK
Subjects: R Medicine > RL Dermatology
Divisions: Fakultas Kedokteran
Depositing User: S1 Pendidikan Kedokteran
Date Deposited: 07 Aug 2019 16:21
Last Modified: 07 Aug 2019 16:21
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/49396

Actions (login required)

View Item View Item