HUBUNGAN PELAKSANAAN STRATEGI DOTS (DIRECTLY OBSERVED TREATMENT SHORT-COURSE) DENGAN KEBERHASILAN PENGOBATAN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NARAS KOTA PARIAMAN

Rizki, Amalia Nurrahmi (2019) HUBUNGAN PELAKSANAAN STRATEGI DOTS (DIRECTLY OBSERVED TREATMENT SHORT-COURSE) DENGAN KEBERHASILAN PENGOBATAN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NARAS KOTA PARIAMAN. Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img]
Preview
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (226kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf - Published Version

Download (141kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB VI)
BAB VI.pdf - Published Version

Download (80kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (112kB) | Preview
[img] Text (Skripsi Full Text)
Tugas Akhir Ilmiah Utuh.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Tujuan Penelitian Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyebab utama kematian terbesar di dunia termasuk Indonesia. Angka keberhasilan pengobatan yang belum mencapai target masih menjadi permasalahan, yaitu 82% dari target 90% pada tahun 2017. Strategi DOTS menjadi strategi dalam upaya pencapaian angka keberhasilan. Penelitian ini bertujuan untuk unuk mengetahui hubungan pelaksanaan strategi DOTS dengan keberhasilan pengobatan TB paru di wilayah kerja Puskesmas Naras Kota Paariaman. Metode Desain penelitian adalah kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional dengan variabel dependen keberhasilan pengobatan dan variabel independen pengetahuan tentang TB dan DOTS, keteraturan pengobatan, dan peranan PMO. Sampel diambil melalui simple random sampling dengan jumlah sampel 42 respondn. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara dan data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square dengan derajat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien tuberkulosis wilayah kerja Puskesmas Naras berhasil dalam pengobatan (61,9%), memiliki pengetahuan rendah (52,4%), teratur dalam pengobatan (76,2%), dan memiliki peranan PMO yang baik (52,4%). Faktor yang berhubungan dengan keberhasilan pengobatan adalah keteraturan pengobatan (p-value 0.000), sedangkan faktor yang tidak berhubungan dengan keberhasilan pengobatan adalah tingkat pengetahuan (p-value 0.178), danperanan PMO (p-value 0,231). Kesimpulan Terdapat hubungan yang bermakna antara keteraturan pengobatan dengan keberhasilan pengobatan di wilayah kerja Puskesmas Naras Kota Pariaman. Diharapkan untuk Puskesmas lebih meningkatkan program yang berkalitan dengan penyakit tuberkulosis serta meningkatkan kualitas program untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan. Daftar Pustaka : 39 (2005-2018) Kata Kunci : keberhasilan pengobatan, keteraturan pengobatan, pengetahuan, peranan PMO

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: Defriman Djafri, SKM., MKM., PhD
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Fakultas Kesehatan Masyarakat
Depositing User: s1 kesehatan masyarakat
Date Deposited: 26 Jul 2019 12:39
Last Modified: 26 Jul 2019 12:39
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/48700

Actions (login required)

View Item View Item