MODIFIKASI ZAT WARNA KERANGKA SIANIDIN UNTUK MENINGKATKAN PERFORMA DYE SENSITIZED SOLAR CELLs (DSSCs) MENGGUNAKAN METODE DFT

Nofitri, Utami (2019) MODIFIKASI ZAT WARNA KERANGKA SIANIDIN UNTUK MENINGKATKAN PERFORMA DYE SENSITIZED SOLAR CELLs (DSSCs) MENGGUNAKAN METODE DFT. Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img]
Preview
Text (BAB I PENDAHULUAN)
BAB I PENDAHULUAN.pdf - Published Version

Download (175kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Cover + Abstrak)
Cover + Abstrak.pdf - Published Version

Download (200kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB V PENUTUP)
BAB V PENUTUP.pdf - Published Version

Download (172kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (187kB) | Preview
[img] Text (skripsi fulltext)
skripsi fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Dye Sensitized Solar Cells (DSSCs) atau sel surya tersensitasi zat warna merupakan sel surya yang paling efisien dan stabil digunakan seiring dengan perkembangan penggunaan sel surya. Zat warna memiliki peranan yang penting pada DSSC dan saat ini telah berkembang penelitian tentang zat warna tipe D-π-A (Donor-π-berkonjugasi-Akseptor) yang dapat dilakukan modifikasi terhadap rantai donor, rantai π-konjugasi, dan penambahan gugus penarik/pendorong elektron untuk menentukan zat warna organik yang lebih potensial untuk menyerap cahaya. Pada penelitian ini perhitungan dilakukan menggunakan metode DFT dengan basis set B3LYP/6-31G. Hasil penelitian menunjukkan pada variasi π zat warna 3 memiliki band gap yang kecil sebesar 1,5344 eV dan memiliki panjang gelombang eksitasi sebesar 809,7 nm. Pada variasi rantai donor zat warna 10 memiliki band gap lebih kecil sebesar 1,1153 eV, panjang gelombang eksitasi 1114,0 nm dan LHE total yaitu 0,9523. Adanya gugus pendorong C4H5 pada zat warna 12 menghasilkan band gap sebesar 1,0204 eV, lebih kecil dibandingkan zat warna tanpa gugus pendorong elektron. Sedangkan adanya gugus penarik NO2 pada zat warna 15 menghasilkan band gap sebesar 1,1105 eV, lebih kecil dibandingkan zat warna tanpa gugus penarik elektron. Zat warna 17 merupakan penambahan kombinasi antara gugus pendorong dan gugus penarik elektron menghasilkan band gap paling kecil sebesar 0,8873 eV. Hasil counter HOMO dan LUMO menggambarkan kerapatan elektron yang terdapat pada molekul zat warna organik. Counter HOMO berada pada daerah donor dan counter LUMO berada pada dearah akseptor. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa zat warna organik 17 merupakan salah satu zat warna organik yang potensial digunakan sebagai sensitizer pada DSSCs. Kata kunci: sianidin, zat warna tipe D-π-A, DFT, DSSCs

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: Imelda, M.Si
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Kimia
Depositing User: s1 kimia kimia
Date Deposited: 24 Jul 2019 16:02
Last Modified: 24 Jul 2019 16:02
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/47559

Actions (login required)

View Item View Item