PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA DALAM KONFLIK BERSENJATA MENURUT ASPEK HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL (STUDI : KASUS DUGAAN PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA OLEH PEMERINTAH BASHAR AL ASSAD DI SURIAH)

Yulia, Rizki Asnita (2016) PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA DALAM KONFLIK BERSENJATA MENURUT ASPEK HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL (STUDI : KASUS DUGAAN PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA OLEH PEMERINTAH BASHAR AL ASSAD DI SURIAH). Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (223kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I (Pendahuluan))
BAB I (Pendahuluan).pdf

Download (541kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB Akhir (Penutup))
BAB Akhir (Penutup).pdf - Published Version

Download (203kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (300kB) | Preview
[img] Text (Skripsi Full Text)
Tugas Akhir Ilmiah Utuh.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Pelanggaran HAM dalam konflik bersenjata sangat rentan terjadi, di mana terdapat indikasi penyalahgunaan kekuasaan berupa negara berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu atas pelanggaran tersebut. Seperti konflik bersenjata di Suriah yang menelan banyak korban sejak tahun 2011, ditemukan identifikasi pelanggaran HAM oleh pasukan pemerintah Bashar Al Assad. Di sini, penulis membahas bagaimana pengaturan hukum humaniter internasional mengenai pelanggaran HAM, tinjauan yuridis dan konsekuensi atas dugaan pelanggaran HAM dalam konflik bersenjata oleh pemerintah Suriah. Metoda penelitian yang digunakan adalah Yuridis-Normatif dengan meneliti kepustakaan atau data sekunder. Data utama yaitu Report of Independent International Commission of Inquiry on The Syrian Arab Republic disertai konvensi-konvensi terkait HAM dan Hukum Humaniter. Kesimpulan dari pembahasan permasalahan di atas menunjukkan bahwa pemerintah Bashar Al Assad benar telah melakukan pelanggaran HAM yang tergolong kepada kejahatan perang (war crimes) berdasarkan Pasal 8 Statuta Roma yang merujuk kepada Konvensi Jenewa 1949. Karena pelanggaran yang dilakukan pemerintah tersebut bersifat aktif dan pasif, maka konsekuensi yang seharusnya didapatkan oleh rezim ini tidak hanya dari segi hukum, melainkan juga dari segi politis. Maka dari itu, untuk menjawab keadilan, maka penulis merumuskan saran agar segera kasus ini diadili dalam ranah hukum pidana internasional yaitu diajukan ke peradilan yang tepat untuk diadili dan pemerintah Bashar Al Assad segara diganti dengan pemerintahan baru yang demokratis.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Depositing User: s1 ilmu hukum
Date Deposited: 19 Apr 2016 04:25
Last Modified: 19 Apr 2016 04:25
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/4721

Actions (login required)

View Item View Item