Dian, Anggraini (2019) SISTEM ADMINISTRASI LELANG PENGADAAN BARANG ATAU JASA DENGAN MENGGUNAKAN E-PROC PADA PT PLN (PERSERO) UP3 PADANG. Diploma thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover)
0. COVER TUGAS AKHIR.pdf - Published Version Download (47kB) | Preview |
|
|
Text (Bab 1)
5. TA BAB I.pdf - Published Version Download (180kB) | Preview |
|
|
Text (Bab 5)
9. TA BAB V.pdf - Published Version Download (218kB) | Preview |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
10. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (120kB) | Preview |
|
Text (Tugas Akhir Full)
FULL TA.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Dalam melaksanakan suatu kegiatan, kemajuan negara Indonesia tidak lepas dari aktifitas pengadaan barang atau jasa. Dapat dilihat dari berbagai bidang perekonomian, pembangunan, sarana dan prasarana dapat terwujudkan melalui mekanisme pengadaan barang atau jasa. Misalnya seperti jalan, jembatan, infrastuktur, telekomunikasi, dan lainnya. Dalam suatu instansi pemerintah ataupun perusahaan swasta pengadaan barang atau jasa sangat mempengaruhi proses berjalannya suatu perusahaan swasta maupun pemerintah dan memiliki peran yang sangat penting untuk keberhasilan suatu perusahaan. Pengadaan barang atau jasa harus dilaksanakan dengan menerapkan prinsip prinsip pengadaan barang atau jasa. Prinsip-prinsip tersebut meliputi efisiensi, efektif, kompetitif, transparan, adil dan wajar, dan akuntabel. Dengan menerapkan prinsip tersebut akan membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses pengadaan barang atau jasa karena hasilnya dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dari segi administrasi, teknis dan keuangan. Oleh karena itu penerapan prinsip pengadaan barang atau jasa sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas laporan serta proses pengadaan barang atau jasa karena hasilnya dapat dipertanggungjawabkan kepada pengguna atau pihak yang berwenang. Pengadaan barang atau jasa atau yang dikenal dengan pelelangan merupakan salah satu proses pada proyek tertentu, seperti proyek pemerintah yang berskala besar yang sudah disebutkan di beberapa contoh di atas. Selama ini pengadaan barang atau jasa dilakukan dengan langsung mempertemukan pihak-pihak yang terkait seperti pengguna barang atau jasa dan pihak penyedia barang atau jasa atau panitia pengadaan barang atau jasa. Proses yang dilakukan secara fisik ini memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan. Kelebihannya adalah para pengguna dan penyedia barang atau jasa bertemu secara langsung dan melakukan tahap-tahap pelaksanaan pengadaan barang atau jasa secara bersama. Tetapi kelemahan dari tahap-tahap pelaksanaan penyediaan barang atau jasa ini banyak merugikan beberapa pihak yang bersangkutan, seperti mudahnya terjadi korupsi, kolusi, nepotisme, dan kurangnya transparansi. Selain itu dalam pengadaan barang atau jasa secara konvensional ini juga membutuhkan waktu yang lama serta biaya yang besar, jika ada banyak penyedia barang atau jasa yang mengikuti pelelangan.
Item Type: | Thesis (Diploma) |
---|---|
Primary Supervisor: | Dian Rani Yolanda, SE, M.Bus |
Subjects: | H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management |
Divisions: | Fakultas Ekonomi > D3 Kesekretariatan dan Manajemen Perkantoran |
Depositing User: | d3 kesekretariatan ekonomi |
Date Deposited: | 22 Jul 2019 10:56 |
Last Modified: | 22 Jul 2019 10:56 |
URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/47115 |
Actions (login required)
View Item |