EFEKTIVITAS PENGGUNAAN TEKNIK SINKRONISASI ESTRUS DAN DETEKSI KEBUNTINGAN DINI YANG BERBEDA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERBAU LUMPUR

Ferry Lismanto, Syaiful (2024) EFEKTIVITAS PENGGUNAAN TEKNIK SINKRONISASI ESTRUS DAN DETEKSI KEBUNTINGAN DINI YANG BERBEDA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERBAU LUMPUR. Masters thesis, UNIVERSITAS ANDALAS.

[img] Text (Cover Abstrak)
1. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (2MB)
[img] Text (BAB 1)
2. BAB 1 (Pendahuluan).pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB Akhir)
3. BAB akhir (Kesimpulan).pdf - Published Version

Download (381kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
4. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (3MB)
[img] Text (Tugas Akhir)
5. Tugas Akhir utuh.pdf - Published Version

Download (24MB)

Abstract

Kerbau merupakan salah satu jenis ternak ruminansia yang menghasilkan daging, susu, dll. Namun produktivitasnya masih rendah, disebabkan oleh karakteristik ternak yang memiliki sifat silent-heat, intensitas estrus rendah, dan durasi estrus yang singkat. Hal ini mengakibatkan periode kelahiran yang panjang sehingga angka kelahiran anak kerbau menjadi rendah. Penelitian ini bertujuan: 1. mengevaluasi efektivitas pemberian multivitamin dalam hormon sinkronisasi estrus berbeda terhadap respons estrus, onset estrus, lamanya estrus, dan intensitas estrus kerbau lumpur, 2. mengetahui akurasi, sensitivitas, dan tingkat kebuntingan kerbau terhadap metode deteksi kebuntingan kerbau yang berbeda (metode ultrasonografi, uji perkecambahan benih dan palpasi rektal). Metode penelitian bersifat eksperimental. Materi yang digunakan adalah kerbau betina dewasa post-partum sebanyak 30 ekor, paritas 2-3, BCS >3, sehat secara klinis, dan tidak bunting. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan dua tahapan penelitian. Tahapan penelitian pertama yaitu teknik sinkronisasi estrus. Pada penelitian ini menggunakan tiga metode sinkronisasi estrus perlakuan dengan 10 kelompok sebagai ulangan. Setiap ulangan menggunakan 1 ekor ternak kerbau post-partum, dengan uraian perlakuan sebagai berikut: P1 = metode konvensional plus (PGF2α-PGF2α + multivitamin) - IB, P2 = metode cosynch plus (GnRH-PGF2α+multivitamin)-IB, dan P3 = metode kombinasi hormon plus (Estrogen-Progesteron-PGF2α+multivitamin)-IB. IB kerbau dilakukan menggunakan straw BIB Lembang. Sedangkan pada tahap kedua adalah teknik pendeteksian kebuntingan kerbau yang berbeda (metode ultrasonografi, uji perkecambahan benih dan palpasi rektal). Deteksi kebuntingan dini kerbau menggunakan teknik USG dilakukan pada hari ke-30, dan 60 hari pasca IB. Sedangkan palpasi rektal dilakukan pada hari ke-90 pasca IB. Variabel Yang Diamati adalah: respon estrus, onset estrus, durasi estrus, intensitas estrus, angka kebuntingan kerbau, tingkat kebuntingan kerbau, akurasi, dan Sensitivitas deteksi kebuntingan kerbau. Data yang diperoleh dianalisis dengan Chi Square menggunakan aplikasi SPSS 23.0. Perolehan hasil penelitian terkait teknik sinkronisasi estrus menunjukkan bahwa pemberian multivitamin dalam hormon sinkronisasi estrus berbeda dapat meningkatkan respons estrus kerbau dengan optimal mencapai 100%. Untuk onset estrus pada P1; P2; P3 yaitu 28,8; 27,6; 23,9 jam. Durasi estrus pada P1; P2; P3 yaitu 21,0; 21,60; 21,92 jam. Intensitas estrus pada P1; P2; P3 yaitu 25,8; 27,6; 32,6 jam. Intensitas estrus pada semua metode sinkronisasi estrus mendapat penilaian tinggi (+++). Untuk metode deteksi kebuntingan kerbau yang berbeda diperoleh yaitu: Akurasi deteksi kebuntingan kerbau secara dini menggunakan USG mencapai 100%, namun palpasi rektal sebesar 80%. Sensitivitas deteksi kebuntingan kerbau secara dini menggunakan USG mencapai 100%., dan palpasi rektal sebesar 90%. Spesifisitas menggunakan USG mencapai 100%, dan palpasi rektal sebesar 60%. Sedangkan Pendeteksian kebuntingan ternak menggunakan teknik perkecambahan biji dapat mendeteksi kebuntingan kerbau mencapai 70%, tingkat sensitivitas 50%, spesifisitas 30%, dan akurasi kebuntingan 50%. Penggunaan teknik perkecambahan biji tanaman/ metode punyakoti ini dapat diandalkan untuk mendeteksi kebuntingan ternak kerbau. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan multivitamin dalam berbagai protokol hormon dapat meningkatkan respon estrus hingga 100%, bahkan durasi estrusnya lebih panjang, onset estrus lebih cepat, dan tingginya intensitas estrus. Penggunaan teknik deteksi kebuntingan USG lebih unggul dari metode deteksi kebuntingan lainnya, bahkan metode ini memiliki akurasi, sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi mencapai hingga 100%. Selanjutnya pendeteksian kebuntingan menggunakan teknik USG ini dapat mendeteksi kebuntingan pada hari ke-30 pasca IB.

Item Type: Thesis (Masters)
Primary Supervisor: Prof. Dr. Ir. Novirman Jamarun, M.Sc, IPU, ASEAN Eng
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Pascasarjana (S2)
Depositing User: S2 Profesi Insinyur
Date Deposited: 28 Feb 2024 05:04
Last Modified: 28 Feb 2024 05:04
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/463455

Actions (login required)

View Item View Item