PENGARUH WAKTU TANAM BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DALAM SISTEM TUMPANG SARI JAGUNG MANIS – BAWANG MERAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS (Zea mays saccarata L.)

Fachry, Irsyad (2021) PENGARUH WAKTU TANAM BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DALAM SISTEM TUMPANG SARI JAGUNG MANIS – BAWANG MERAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS (Zea mays saccarata L.). Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
COVER DAN ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (535kB)
[img] Text (Pendahuluan)
BAB I (Pendahuluan).pdf - Published Version

Download (334kB)
[img] Text (Kesimpulan dan Saran)
BAB V (Kesimpulan dan Saran).pdf - Published Version

Download (301kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (156kB)
[img] Text (Skripsi full text)
Skripsi_Fachry.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Tumpang sari adalah sistem tanam dua atau lebih jenis tanaman yang berbeda yang ditanam secara bersamaan dalam waktu yang sama atau berbeda. Sistem tumpang sari menimbulkan terjadinya kompetisi antara tanaman utama dengan tanaman sela. Upaya agar dapat mengurangi kompetisi dapat dilakukan beberapa cara, salah satunya dengan mengatur waktu tanam yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui waktu tanam bawang merah yang tepat diantara perlakuan yang dicobakan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian dilakukan pada bulan maret – juni 2020 di lahan masyarakat Sungai Lareh, Lubuk Minturun, Kota Padang. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan : (-7) = Tanam bawang merah 7 hari sebelum tanam jagung manis, (0) = Tanam bawang merah bersamaan dengan jagung manis, (+7) = Tanam bawang merah 7 hari setelah jagung manis, (+14) = Tanam bawang merah 14 hari setelah jagung manis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bawang merah ditanam 7 hari sebelum tanam jagung manis memberikan respon terbaik pada bawang merah dengan variabel panjang umbi (3,43 cm), diameter umbi (1,93 cm), berat segar per-tanaman (11,43 g), dan tanam bersamaan memberikan respon terbaik untuk tanaman jagung manis dengan variabel tinggi tanaman (42,79 cm), jumlah daun (5,32) dan berat segar tongkol (224,20 g). Kata kunci : Jagung manis,bawang merah, tumpang sari, pertumbuhan, hasil

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: Prof, Dr. Ir. Zulfadly Syarif, MP
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroekoteknologi
Depositing User: S1 Agroteknologi Agroteknologi
Date Deposited: 21 Feb 2024 08:06
Last Modified: 21 Feb 2024 08:06
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/462159

Actions (login required)

View Item View Item