Keragaman Gen Growth Hormon Receptor (GRH) Ekson 9 Pada Itik Kamang Dengan Metode Sekuensing

Joharza, Masfi (2024) Keragaman Gen Growth Hormon Receptor (GRH) Ekson 9 Pada Itik Kamang Dengan Metode Sekuensing. Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
COVER DAN ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (309kB)
[img] Text (Bab I Pendahuluan)
BAB I Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (339kB)
[img] Text (Bab V Penutup)
BAB V Penutup.pdf - Published Version

Download (214kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (296kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
Skripsi Full Text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi keragaman gen Growth Hormone Receptor (GHR) pada itik Kamang dengan metode sekuensing. Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu 93 sampel darah itik Kamang. Sampel darah yang sudah diisolasi selanjutnya diamplifkasi mengunakan sepasang primer 5’ATG ATT TCA GCA AGG CAG GC-3’ dan 5’AGC TGG ACA TAG ACG ACT CC-3’ dengan target fragmen 664 pb. Sampel darah itik Kamang disekuensing menggunakan jasa dari Apical Scientific SDN. BHD. di Malaysia. Data hasil sekuensing kemudian dianalisis menggunakan MEGA 11. Hasil Penelitian menunjukkan ditemukan 3 titik mutasi pada daerah ekson 9 dan 30 titik mutasi pada daerah intron 8 dan intron 9. Pada ekson 9 ditemukan 3 titik mutasi yaitu pada posisi 76 Mutasi G>T, 96 Mutasi A>G , 120 mutasi G>A. Pada bagian intron 8 dan intron 9 ditemukan 30 titik mutasi yaitu pada posisi -72 insersi T, -73 insersi T, -74 insersi T insersi C, -75 insersi T insersi C, -76 T>C, -77 T>C, -78 C>T, -80 T>C, -81 T>C, -82 T>C delesi T, -84 C>T, -93 insersi T, -94 delesi A, -99 insersi T, -112 insersi T, -120 T>C, -122 insersi T, -149 T>A, -170 C>G, -172 T>A, +12 T>G, +15 A>T, +27 A>G, +28 T>G, +37 T>G, +38 A>G, +42 G>A, +49 T>A, +52 insersi A, +58 G>A. Gen GHR ekson 9, intron 8 dan intron 9 pada itik Kamang ditemukan 19 SNP bersifat polimorfik dan 4 SNP bersifat monomorfik dan memiliki heterozigositas HO<HE dimana lebih banyak individu yang bergenotipe homozigot serta ditemukan 11 posisi mutasi yang berada dalam keseimbangan Hardy-Weinberg dan juga ditemukan 12 posisi mutasi yang tidak berada dalam keseimbangan Hardy-Weinberg.

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: Prof. Dr. H. Yurnalis M.Sc
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Fakultas Peternakan
Depositing User: S1 peternakan peternakan
Date Deposited: 18 Jan 2024 03:22
Last Modified: 18 Jan 2024 03:22
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/461276

Actions (login required)

View Item View Item