Analisa Kestabilan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro yang Terhubung ke Jaringan Tegangan Menengah Balai Selasa Menggunakan Kurva Sudut Rotor

Vanzir, Firmansyah (2023) Analisa Kestabilan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro yang Terhubung ke Jaringan Tegangan Menengah Balai Selasa Menggunakan Kurva Sudut Rotor. Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Abstrak + Cover.pdf - Published Version

Download (234kB)
[img] Text (BAB I Pendahuluan)
BAB I Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (504kB)
[img] Text (BAB V Penutup)
BAB V Penutup.pdf - Published Version

Download (211kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (234kB)
[img] Text (Skripsi full text)
Tugas Akhir_Vanzir Firmansyah_1910951018.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Transisi energi dari sektor ketenagalistrikan mengharuskan PLN ataupun pihak swasta harus beralih ke energi terbarukan guna untuk menjaga lingkungan sekitar. Di Kabupaten Pesisir Selatan terdapat banyak sekali kekayaan alam yang bisa dimanfaatkan terutama untuk sektor kelistrikan. Sudah banyak dilakukan pembangunan yang berupa distributed generation (pembangkit tersebar) dengan memanfaatkan perairan, yang salah satunya di Nagari Palangai Gadang Balai Selasa. Salah satu distributed generation yang telah dibangun yaitu berupa PLTM (Pembangkit Listrik Tenaga MiniHidro) yang merupakan sebagai bentuk alternatif pemanfaatan energi lokal berupa sumber daya air, seperti sungai, yang letaknya dekat dengan beban. Ketika beroperasinya suatu pembangkit, banyak sekali jenis gangguan yang tidak terduga akan terjadi, sehingga penting sekali untuk memperhatikan permasalahan sudut rotor dari pembangkit tersebut agar terhindar dari ketidakstabilan. Pergeseran sudut rotor merupakan salah satu hal yang menyebabkan sistem tidak stabil, yang mana besarnya pergeseran sudut rotor ini dipengaruhi oleh besar arus gangguan yang terjadi. Pada PLTM Dempo pergeseran sudut rotor terbesar yaitu 23,344º dengan waktu pemutusan kritis (CCT) adalah 0,52 detik setelah terjadinya gangguan. Berdasarkan waktu pemutusan kritis yang diperoleh, bisa menjadi gambaran baik bagi pihak pembangkit ketika melakukan setting waktu untuk pemutusan setelah terjadinya gangguan agar terhindar dari ketidakstabilan pada sistem.

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: M. Nasir, Dr.
Uncontrolled Keywords: Distributed Generation, Pembangkit Listrik Tenaga MiniHidro, Kestabilan, Sudut Rotor, Kurva Sudut Rotor, CCT
Subjects: T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
Divisions: Fakultas Teknik > Elektro
Depositing User: S1 Teknik Elektro
Date Deposited: 28 Dec 2023 03:46
Last Modified: 28 Dec 2023 03:46
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/460149

Actions (login required)

View Item View Item