Analisis Spasio-Temporal Epidemiologi COVID-19 di Sumatera Barat Tahun 2020-2022

Aufa, Nada Fadhillah (2023) Analisis Spasio-Temporal Epidemiologi COVID-19 di Sumatera Barat Tahun 2020-2022. Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Aufa Nada Fadhillah_1911213019_COVER + ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (228kB)
[img] Text (BAB I Pendahuluan)
Aufa Nada Fadhillah_1911213019_BAB 1 PENDAHULUAN.pdf - Published Version

Download (347kB)
[img] Text (BAB VI Kesimpulan dan Saran)
Aufa Nada Fadhillah_1911213019_BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN.pdf - Published Version

Download (213kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Aufa Nada Fadhillah_1911213019_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (364kB)
[img] Text (Skripsi Full Text)
Aufa Nada Fadhillah_1911213019_SKRIPSI FULL TEKS.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (8MB)

Abstract

Tujuan: Variasi respon berbagai pihak dalam mengimplementasikan kebijakan untuk menekan laju peningkatan kasus COVID-19 di Sumatera Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola atau tren spasio-temporal epidemiologi COVID-19 per kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat tahun 2020-2022. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan studi ekologi menggunakan data sekunder berupa data kasus dan kematian COVID-19 dari laporan surveilans Dinas Kesehatan Sumatera Barat dan data jumlah penduduk dari laporan BPS Sumatera Barat. Data diolah menggunakan analisis univariat, spasio-temporal, autokorelasi spasial global, hotspot. Hasil: Puncak kenaikan IR COVID-19 tertinggi terjadi pada Juli 2021 dan Agustus 2021. Kemudian puncak kenaikan CFR tertinggi terjadi pada April 2022. Pola spasial IR dan CFR cenderung acak. Kepulauan Mentawai, Kota Padang, Pasaman, Pasaman Barat, Dharmasraya, Pesisir Selatan, Solok Selatan, Agam, dan Lima Puluh Kota merupakan cluster hotspot IR. Kemudian Kota Padang, Tanah Datar, Padang Pariaman, Pasaman, Pasaman Barat, Kota Sawahlunto, Kota Padang Panjang, Kota Solok, Kota Pariaman, Agam, Lima Puluh Kota, Kepulauan Mentaai, dan Dharmasraya merupakan cluster hotspot CFR. Kesimpulan: IR dan CFR COVID-19 pada tahun 2020-2022 mengalami perubahan yang fluktuatif. Disarankan kepada Dinas Kesehatan Sumatera Barat beserta Puskesmas agar dapat meningkatkan kualitas surveilans serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: Defriman Djafri, S.K.M., M.K.M., Ph.D.
Uncontrolled Keywords: Spasio-Temporal, Epidemiologi COVID-19, Incidence Rate, Case Fatality Rate
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Fakultas Kesehatan Masyarakat
Depositing User: s1 kesehatan masyarakat
Date Deposited: 20 Nov 2023 05:00
Last Modified: 20 Nov 2023 05:00
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/458285

Actions (login required)

View Item View Item